Covid-19 di Kulonprogo Ditularkan OTG, Masyarakat Harus Lebih Waspada!

Ilustrasi - Freepik
11 Juli 2020 18:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mengumumkan penambahan dua kasus baru positif corona, sehingga kini akumulasi jumlah pasien Covid-19 di Kulonprogo sebanyak 20 orang. Penularan Covid-19 oleh orang tanpa gejala (OTG) kini harus lebih diwaspadai.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayu Jati mengatakan dua pasien baru berasal dari Kapanewon Lendah. Keduanya mendapat penomoran masing-masing KP-19 dan KP-20. Oleh Pemda DIY, keduanya diidentifikasi dengan Kasus 368 dan kasus 369.

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY: Kasus Positif Tambah 7, Pasien Sembuh Tambah 3

KP-19, laki-laki, 59, sebelumnya telah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan sudah menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah, Bantul sejak Selasa 7 juli 2020 karena demam, batuk dan sesak nafas. Gugus Tugas Kulonprogo masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui  sumber penularan pasien tersebut.

Baning menjelaskan hasil tracing sementara untuk kasus KP-19 menemukan tujuh kontak erat yang dua di antara mereka dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test. Dua orang reaktif itu telah diminta menjalani isolasi mandiri di rumah serta akan dilakukan tes swab pada Senin (13/7/2020) di RSUD Wates.

BACA JUGA: Gara-Gara Corona, Kampus Swasta Terkendala Promosi untuk Gaet Mahasiswa Baru

Baning mengatakan tracing lanjutan terhadap KP-19 juga menemukan banyak kontak, karena sebelum sakit pasien ini melakukan banyak kegiatan bersama warga. Tim Penanganan Covid-19 Kulonprogo masih mendalami siapa kontak erat lainnya agar bisa mengisolasi dan menerapkan tes cepat untuk mereka.

"Sementara, KP-20 adalah perempuan, 60, status orang tanpa gejala [OTG] dan merupakan kontak erat KP-18. Tadi siang, KP-20 dikirim ke PKU Muhammadiyah Bantul untuk diisolasi," terang Baning kepada awak media, Sabtu (11/7/2020) sore.

Hasil tracing sementara KP-20 menemukan 11 kontak erat yang menjalani rapid test pada Senin depan. "Untuk KP-20 masih akan dilakukan tracing lanjutan," jelas Baning. Dengan tambahan dua kasus baru ini maka total kasus positif Covid-19 di Kulonprogo sebanyak 20 dengan 13 pasien telah dinyatakan sembuh. Tujuh orang lainnya yakni KP-13, 14, 16, 17, 18, 19 dan 20 masih menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA: Tolak Omnibus Law, Empat Pemuda Jogja Naik Sepeda ke Jakarta

Baning mengatakan bertambahnya kasus yang telah masuk kategori transmisi lokal ini membuktikan bahwa banyak OTG di sekitar masyarakat. Oleh karena itu masyarakat diimbau mematuhi protokol kesehatan yaitu selalu menjaga jarak minimal satu meter, menggunakan masker dan sesering mungkin melakukan cuci tangan pakai sabun di air mengalir.

"Kita tidak tahu saudara, teman atau tetangga kita apakah membawa virus atau tidak karena tidak menunjukkan gejala atau gejalanya sangat ringan, untuk itu hindari berkumpul dengan orang lain meskipun itu tetangga, teman-teman atau kelompok kita, jauhi tempat di mana orang banyak berkumpul dan bila terpaksa mendatangi tempat umum tetap taat pada protokol kesehatan, bila perlu gunakan penutup wajah atau face shield," ujarnya.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan pengawasan kepada pendatang dari zona merah penyebaran Covid-19. Pastikan mereka melakukan karantina ketat selama 14 hari atau melakukan tes secara mandiri.