Terima Bansos Saat Jadi PPPK, ASN Gunungkidul Kembalikan Rp1,5 Juta
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa (kiri) bersama Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widayanto, berfoto bersama untuk maju dalam Pilkada Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bursa bakal calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 mengerucut ke nama-nama seperti Sutrisna Wibawa, Bambang Wisnu Handoyo, Wahyu Purwanto dan Mayor Sunaryanto. Hal berbeda justru terlihat di bursa bakal calon wakil bupati. Hingga saat ini baru Ketua DPD PAN Bantul, Mahmud Ardi Widanto, yang hampir pasti maju dalam pilkada.
Kontestasi untuk bakal cawabup masih sangat dinamis, karena baru pasangan Sutrisna Wibawa-Ardi yang muncul. Untuk bakal calon kepala daerah lainnya masih belum ada kepastian. Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto, mengatakan partainya resmi mengusung pasangan Sutrisna Wibawa dan Ardi. Hal ini terlihat dari rekomendasi yang dikeluarkan DPP sejak akhir Maret lalu. “Sudah ada rekomendasinya terkait dengan calon yang diusung,” katanya, Minggu (12/7/2020).
Menurut dia, Rektor UNY dan Ardi diusung empat partai. Selain Gerindra, ada PAN, PKS dan Demokrat. “Semua sudah sepakat dan sudah ada rekomendasinya,” kata Purwanto.
Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan jajarannya sudah berkomunikasi dengan PKB untuk bersama-sama mengusung calon kepala daerah di pilkada. Untuk bursa calon bupati sudah tidak ada masalah karena Golkar bakal mengusung Mayor Sunaryanto. Hanya, untuk posisi wakil belum jelas karena kandidat yang digadang-gadang tidak berjalan dengan baik. “Awalnya kami memilih kader kami yakni Martanti Soenar Dewi, tetapi komunikasi tidak berjalan lancar sehingga kami mencari calon lain,” katanya.
Menurut dia, untuk bursa wakil ada beberapa nama yang mencuat. Selain dirinya, ada calon yang berasal dari pegawai Kementerian Pertanian kelahiran Kapanewon Ponjong, Heri Susanto. “Kebetulan sempat mendaftar dalam penjaringan,” katanya. Heri mengaku siap apabila partai memerintahkan dirinya untuk maju sebagai calon wakil bupati. “Saya sebagai kader tegak lurus dengan perintah partai,” ungkapnya.
Belum pastinya cawabup yang akan diusung di pilkada juga terihat di Partai Nasdem. Pasca-mundurnya Kepala Diskdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid sebagai calon wakil bupati, hingga sekarang belum ada yang menggantikan untuk menemani mantan Rektor Universitas Gunungkidul, Wahyu Purwanto.
Isu yang beredar, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul sekaligus Sekretaris DPW Nasdem DIY, Suharno, bersiap maju. Meski demikian, yang bersangkutan enggan berkomentar lebih jauh terkait dengan pencalonan. “Saya tidak berkomentar dulu karena masih menunggu rekomendasi,” katanya.
Hal tak jauh berbeda juga terlihat di tubuh PDI Perjuangan. Kabar yang beredar, partai ini bakal mengusung Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo, sedangkan untuk pendamping dipilih mantan calon bupati independen di pilkada 2015, Benyamin Sudarmadi. “Yang pasti semua sudah melalui pertimbangan. Nanti akan tertuang dalam rekomendasi,” kata Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Budi Oetama Prasetya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Alwi Farhan gagal ke perempat final Korea Open 2026 setelah kalah dramatis dari Wang Po Wei dalam pertandingan tiga gim.
Honda CRF1150L Africa Twin Enduro Sports 2027 hadir dengan mesin 1.131 cc, tenaga 117,3 hp, suspensi panjang, dan bobot 228 kg.
Pengadilan Brasil memerintahkan Meta menghentikan penggunaan konten media untuk melatih AI. Perusahaan terancam denda Rp3 miliar per hari.
Sering merasa tertinggal saat melihat karier teman sebaya? Kenali dampak membandingkan diri dan cara fokus mengembangkan karier sendiri.
Jokowi menunjukkan ijazah SD, SMP, SMA hingga S1 di sidang kasus Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).