Putri Mbah Lindu Bertekad Teruskan Usaha Gudeg Ibunya

Ratiyah dan Mbah Lindu, maestro gudeg di Jogja. - Ist/YouTube lumixindonesia
13 Juli 2020 13:27 WIB Hery Setiawan (ST 18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kabar duka datang dari dunia kuliner. Biyem Setyo Utama atau lebih dikenal sebagai Mbah Lindu, seorang pedagang gudeg legendaris asal Jogja meninggal dunia di usia yang ke-100 tahun. Mbah Lindu meninggal dunia pada Minggu sore, (12/7/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ratiyah, 54, putri ketiga Mbah Lindu menuturkan bahwa Ibunya berjualan gudeg sejak muda. Setiap hari Mbah Lindu memasak gudeg lalu membawanya ke lokasi berjualan di kawasan Sosrowijayan.

Mbah Lindu masih terus menjalani aktivitas yang sama hingga kira-kira tahun 2017. Selepas itu, Mbah Lindu istirahat. Ia lebih banyak berkecimpung di dapur untuk mengolah gudeg. Ratiyah kemudian menggantikan ibunya berjualan di Sosrowijayan. "Insyaallah saya yang meneruskan," katanya kepada Harian Jogja, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Meninggal di Usia 100 Tahun, Mbah Lindu Telah Berjualan Gudeg Sejak Usia 15 Tahun

Sebagai seorang anak, Ratiyah bertekad untuk meneruskan usaha gudeg Ibunya. Tak lupa, Ratiyah juga akan mewarisi sifat-sifat  baik Mbok Lindu ketika berjualan.

"Mbah Lindu itu supel. Jadi banyak orang yang bisa kenal. Gak pernah beda-bedain mana yang kaya mana yang enggak. Semua orang dilayani dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Mbah Lindu Jadi Trending Topic, Warganet Ungkapkan Kenangan Saat Makan Gudegnya

Ratiyah mengenal Ibunya sebagai figur yang sederhana dan tak pernah neko-neko. Mbah Lindu juga masih suka bekerja kendati umurnya sudah tua. Bahkan, beberapa hari sebelum meninggal, kata Ratiyah, Mbah Lindu masih ikut mengupas telur.

Mbah Lindu meninggalkan lima orang anak dan banyak langganan gudegnya. Sejak Minggu kemarin, sejumlah pelayat tiba di rumah duka di Klebengan, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman.  Senin siang, (13/7/2020) mereka turut mengiringi kepergian Mbah Lindu ke peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Klebengan.