Penjualan Gas Melon di Gunungkidul Masih Lesu, Persediaan Kini Berlebih

Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
13 Juli 2020 06:17 WIB Nina Atmasari Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penjualan gas elpiji kemasan tiga kilogram atau gas melon masih lesu hingga sekarang. Sejak adanya wabah corona pangkalan gas memiliki cadangan yang berlebih karena sepinya pembeli.

Salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Kalurahan Putat, Patuk, Erfanto mengatakan, di waktu normal jatah 90 tabung dari agen akan habis dalam satu minggu. Meski demikian, untuk saat ini ada penurunan pembeli sehingga kuota yang ada tidak habis. “Masih ada sekitar 20 tabung yang tak terjual. Itu bisa dikembalikan, tapi jatah tetap diberikan dari agen dan tidak ada pengurangan,” katanya, Minggu (12/7/2020).

Menurut dia, lesunya penjualan tidak lepas dari adanya pandemi corona. Ia pun berharap agar pandemi segera berakhir dan kehidupan bisa kembali normal seperti sedia kala. “Ada pengaruhnya dan itu bisa dirasakan,” katanya.

Baca juga: Jumlah Penerima dan Besaran Duit Bantuan Corona di Kota Jogja Bakal Dipangkas

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gunungkidul, Virgilio Soriano mengatakan, turunnya penjualan gas melon merata di seluruh wilayah. Penurunan penjualan lebih dikarenakan menurunnya daya beli masyarakat yang terpengaruh karena penyebaran corona. “Sudah kami lakukan monitoring dan kondisinya hampir sama di setiap wilayah,” katanya.

Contoh lain adanya penurunan tingkat konsumsi bisa dilihat pada saat perayaan Hari Raya Idulfitri. Biasanya di momen ini ada peningkatan pembelian, namun faktanya tidak ada perubahan seperti hari biasa. “Biasanya ada penambahan tapi saat itu normal dan tidak ada peningkatan,” katanya.