Fenomena Cahaya Surga Gua Jomblang Gunungkidul Memikat Turis Mancanegara
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul menyerahkan sepenuhnya kebijakan masa pengenalan sekolah siswa baru kepada masing-masing sekolah. Adapun hasilnya di hari pertama sekolah yang melaksanakan tatap muka, namun di sisi lain ada juga yang melaksanakan secara daring.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, tahun ajaran baru dimulai Senin (13/7/2020). Untuk awal pembelajaran masih fokus pada masa pengenalan sekolah, khususnya bagi siswa baru. Didalam pengenalan ini, Bahron mengakui memberikan kebebasan bagi masing-masing sekolah, apakah mau melaksanakan dengan cara tatap muka atau tetap menjalankan pembelajaran secara daring.
BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah
“Untuk yang tatap muka harus tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak. Jadi, bisa dilakukan secara bergantian,” katanya, Senin.
Menurut dia, setelah pengenalan sekolah selesai pada Rabu (15/7/2020), maka pembelajaran akan kembali dilakukan dengan model daring, yakni belajar di rumah. Keputusan ini sesuai dengan surat edaran Pemerintah DIY tentang tahun ajaran baru.
“Jadi nanti semua tetap menjalankan belajar di rumah. Didalam pengenalan, boleh melakukan tatap muka juga sebagai upaya persiapan belajar di rumah bagi siswa baru,” ungkapnya.
Pelaksanaan pengenalan sekolah dengan model tatap muka salah satunya dilakukan di SMP Negeri 1 Karangmojo. Para siswa baru bersama wali murid diminta datang ke sekolah secara bergantian dengan shift satu kelas.
BACA JUGA : Prihatin Ada Siswa Palembang Meninggal Pasca MPLS
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati mengatakan, pertemuan selama masa pengenalan sekolah dilakukan dengan mengacu protokol kesehatan. Program tatap muka dilaksanakan karena juga sebagai bagian untuk mengenalkan sarana pembelajaran yang menggunakan fasilitas googel for education.
“Kami latih dahulu karena nanti kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan daring melalui aplikasi,” katanya.
Hal berbeda terjadi di SMP Negeri 1 Saptosari. Di sekolah ini tetap menjalankan pengenalan dengan model daring. Untuk mengenalkan siswa baru, pihak sekolah sudah membuat grup dan melakukan kegiatan video call. “Sudah kami siapkan aplikasinya. Kami juga sudah membuat video tentang pengenalan lingkungan sekolah yang diberikan kepada siswa,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari, Yanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Empat pengguna beralih dari Windows ke Linux karena privasi dan kendali data. Simak alasan, pengalaman, serta tantangan migrasinya.
Indonesia menyiapkan wakil di lima sektor Kumamoto Masters Japan 2026. Putri KW menjadi satu-satunya wakil tunggal putri.
Tiga penulis lagu asal AS menarik gugatan plagiarisme terhadap lagu Swim BTS. Perkara dihentikan tanpa putusan soal dugaan penjiplakan.
Pemerintah berencana membuka pendaftaran CPNS November 2026. Simak dokumen persiapan dan informasi penting bagi calon pelamar.
Presiden Como Mirwan Suwarso ingin membangun identitas permainan ala Barcelona dan menerapkan strategi perekrutan pemain seperti Brighton serta Brentford.