Tahun Ajaran Baru: MPLS di Gunungkidul Boleh Digelar Tatap Muka

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
14 Juli 2020 07:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul menyerahkan sepenuhnya kebijakan masa pengenalan sekolah siswa baru kepada masing-masing sekolah. Adapun hasilnya di hari pertama sekolah yang melaksanakan tatap muka, namun di sisi lain ada juga yang melaksanakan secara daring.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, tahun ajaran baru dimulai Senin (13/7/2020). Untuk awal pembelajaran masih fokus pada masa pengenalan sekolah, khususnya bagi siswa baru. Didalam pengenalan ini, Bahron mengakui memberikan kebebasan bagi masing-masing sekolah, apakah mau melaksanakan dengan cara tatap muka atau tetap menjalankan pembelajaran secara daring.

BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah

“Untuk yang tatap muka harus tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak. Jadi, bisa dilakukan secara bergantian,” katanya, Senin.

Menurut dia, setelah pengenalan sekolah selesai pada Rabu (15/7/2020), maka pembelajaran akan kembali dilakukan dengan model daring, yakni belajar di rumah. Keputusan ini sesuai dengan surat edaran Pemerintah DIY tentang tahun ajaran baru.

“Jadi nanti semua tetap menjalankan belajar di rumah. Didalam pengenalan, boleh melakukan tatap muka juga sebagai upaya persiapan belajar di rumah bagi siswa baru,” ungkapnya.

Pelaksanaan pengenalan sekolah dengan model tatap muka salah satunya dilakukan di SMP Negeri 1 Karangmojo. Para siswa baru bersama wali murid diminta datang ke sekolah secara bergantian dengan shift satu kelas.

BACA JUGA : Prihatin Ada Siswa Palembang Meninggal Pasca MPLS

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati mengatakan, pertemuan selama masa pengenalan sekolah dilakukan dengan mengacu protokol kesehatan. Program tatap muka dilaksanakan karena juga sebagai bagian untuk mengenalkan sarana pembelajaran yang menggunakan fasilitas googel for education.

“Kami latih dahulu karena nanti kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan daring melalui aplikasi,” katanya.

Hal berbeda terjadi di SMP Negeri 1 Saptosari. Di sekolah ini tetap menjalankan pengenalan dengan model daring. Untuk mengenalkan siswa baru, pihak sekolah sudah membuat grup dan melakukan kegiatan video call. “Sudah kami siapkan aplikasinya. Kami juga sudah membuat video tentang pengenalan lingkungan sekolah yang diberikan kepada siswa,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari, Yanto.