KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Meski pun sejumlah destinasi wisata saat ini mulai dibuka secara terbatas, namun sejumlah tempat rekreasi dan hiburan di Sleman belum beroperasi. Pemkab Sleman masih merumuskan protokol operasional untuk beberapa destinasi.
Sejumlah tempat hiburan yang masoh dirumuskan protokolnya seperti tempat Karaoke, Wisata Air, Spa dan Pijat Refleksi hingga kini masih belum dibolehkan beroperasi karena standar operasional prosedur (SOP) masih dibahas.
"Kami masih akan melakukan kajian berkaitan dengan penerapan protokol Covid-19. Untuk spa dan panti pijat misalnya, tentu masih disiapkan protokolnya," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih, Rabu (15/7/2020).
BACA JUGA : Jalankan Protokol Covid-19, Aparat Datangi Sejumlah Kafe
Ruang karaoke misalnya, kata dia, harus dikonsep dengan pencegahan penyebaran virus corona. Mulai dari kewajiban memakai masker dan menjaga jarak, hingga lama waktu di ruangan. "Bagaimana mik yang digunakan benar-benar steril dan aman digunakan pengguna selanjutnya? Mik disarungi, berarti setiap ganti tamu ganti sarung," katanya.
Sama halnya dengan ruang karaoke, Dispar juga menyiapkan protokol kesehatan untuk wahana permainan air. Hingga kini, kata Ningsih protokol wisatanya masih disiapkan sehingga belum diperbolehkan beroperasi. "[Wisata air] uji coba operasional terbatas baru dapat dilaksanakan setelah verikasi dan dapat rekomendasi dari gugus covid kabupaten setelah dilakukan verifikasi," terangnya.
Hal senada disampaikan Plt Satpol PP Sleman Arip Pramana. Menurutnya, tempat hiburan seperti karaoke belum ada yang beroperasi. Alasannya protokol kesehatan untuk ruang karaoke masih dibahas.
"Karaoke sampai saat ini belum ada kebijakan untuk boleh beroperasi. Sampai saat ini juga belum ada tempat karaoke yang mengajukan rekomendasi untuk beroperasi," katanya.
Selain itu, bioskop juga rencananya juga akan beroperasi akhir Juli ini. Tetapi sampai saat ini, protokol operasionalnya masih perlu dilakukan simulasi.
"Kami akan lihat dulu protokolnya. Bagaimana tempat duduknya, setelah digunakan orang bagaimana prosesnya? Ini perlu simulasi dulu," katanya.
BACA JUGA : Sebelum Diterapkan, SOP Pariwisata Lebih Dahulu Diujicoba
Masyarakat, katanya, bisa ikut melaporkan jika ada sarana hiburan yang beroperasi. Masyarakat bisa melaporkan secara langsung ataupun melakukan lewat aplikasi Lapor Sleman.
"Jangan sampai kalau los semua justru bisa menjadi klaster baru penyebaran virus Covid. Jadi perlu disimukasikan dulu, boleh tidaknya beroperasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.