Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatatkan dua tambahan kasus baru positif Corona, Kamis (16/7/2020). Secara akumulasi sampai saat ini jumlah pasien positif mencapai 75 kasus.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan tambahan dua kasus baru berasal dari Kapanewon Wonosari. Dua pasien perempuan ini merupakan satu keluarga. Adapun temuan kasus ini bermula dari adanya salah satu anggota keluarga yang dinyatakan reaktif saat menjalani tes cepat. Setelah dilakukan penelusuran dan pengetesan terhadap anggota keluarga lainnya ternyata ada positif Covid-19. “Masih kami telusuri terkait dengan asal penularan,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis.
Dengan adanya tambahan dua kasus baru, maka pasien positif di Gunungkidul menjadi 75 orang dengan rincian 22 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, satu pasien meninggal dunia, dan sisanya sebanyak 52 orang dinyatakan sembuh.
Dewi menambahkan, hingga saat ini petugas medis di Gunungkidul sudah mengambil tes spesimen terhadap 1.114 warga. Selain ada kepastian 75 kasus positif, sisanya sebanyak 971 orang dinyatakan negatif. “Untuk sisanya sebanyak 68 spesimen masih menunggu hasil uji laboratorium,” kata dia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Sumitro, mengatakan jajarannya terus melakukan tracing untuk menekan penyebaran Covid-19. Selain itu, Dinkes juga memetakan kerawanan penyebaran virus. “Kajian epidemiologi dilakukan setiap dua pekan sekali,” katanya.
Sumitro menuturkan, untuk pengetesan dilakukan perubahan sasaran. Jika di awal rapid test dijadikan upaya pertama pengecekan, ke depannya warga yang berstatus pasien dalam pengawasan, warga kontak dengan pasien positif, tenaga kerja migran hingga tenaga medis langsung menjalani uji swab. “Rapid test tetap digunakan, tetapi fungsinya hanya sebagai penyaring,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.