PPPA Raudhatul Jannah Taat Protokol Covid-19

Penyerahan bantuan Al/qur'an oleh Harian Jogja ke PPPA Raudhatul Jannah/Ist
17 Juli 2020 06:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kamis (16/7/2020) pagi pukul 07.00 WIB di PPPA Raudhatul Jannah terlihat sepi. Hanya terdengan suara lantunan santri melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Di suasana yang asri, kelihatan Pak Panut Sutanto yang sedang bersih-bersih sambil menyiram tanaman jeruk, jambu yang sedang berbuah dan aneka tanaman lainya tertata rapi membuah hati terasa adem.

Saat rombongan dari Harian Jogja berkunjung ke PPPA Raudhatul Jannah yang rencanya akan memberikan sumbangan berupa Al-Qur’an, bererapa saat kemudian datang pak H. Hardiono.

Beliau adalah salah satu pengurus yang membawa peratan protokol kesehatan lengkap. Hal itu menjadi kegiatan harian yang dilakukan selama ada pandemi Covid-19 ini.

Setelah disampaikan maksud dan tujuan Harian Jogja ke PPPA Raudhatul jannah ini, Hardiono menerangkan bahwa saat ini santri sedang giat-giatnya latihan jadi atlet taekwondo yang akan ikut serta dalam Kejurnas yang akan dilaksanakan pada 22-23 Agustus 2020 mendatang.

Jumlah santri di sini ada 65 anak diseleksi yang terbaik, dan hanya di pilih 3 santri saja. Santri di sini mulai dari TK sampai mahasiswa, juga ada santri sepuh.

Santri Sepuh dulu rutin dilatih PPS Betako Merpati Putih oleh Mas Koko dan Mas Didik BS.

"Namun karena Corona ini kami sangat mematuhi Protokol kesehatan, santri kecil tinggal di rumah saja bersama orang tuanya dan dengan daring santri tetap belajar Menghafal Al-Qur’an dibimbing Ustaz Zaky Al Hafidz dan Ustadz Yusuf," kata dia.

Jadi pesantren saat ini yang bermukim hanya 5 orang saja dari Jogya, Godean, Batam, Flores, Kebumen dan dari desa ini, dengan hafalan yang berbeda-beda pula.

"Ada yang baru 2 juz, 3 juz, 10 juz dan 16 juz," kata ustaz pengasuh lulusan dari Gontor yang juga kuliah di Jogja ini.

Untuk tambahan ilmu dan refresing, santri juga belajar ternak Lele juga bercocok tanam bersama guru Prof Hartiningsih dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Selain itu juga belajar ternak kambing dan bersama mitra Idul Qurban tahun ini juga menjual kambing kurban.

Ke depan pihak PPPA Raudhatul Jannah berencana membangun lagi ruangan tepat di sebelah barat pondok untuk belajar para santri dan menambah ruang untuk kegiatan pondok. Tetapi masih menunggu setelah kondisi betul-betul aman.

Pihak PPPA juga diwanti-wanti oleh pendiri Ibu Lina Arti yang juga dosen dan Ketua Program S3 FMIPA UGM.

Adapun dalam Kejurnas Taekwondo ini juga dilakukan virtual, Jadi tidak harus kemruyuk namun harus jaga jarak.

Santri sudah terbisa belajar dengan daring jadi tak ada masalah. Inna ma'al 'usri yusran“ karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". (QS. Alam Nasyrah:6).

"Mohon doanya saja," kata Pak H.Hardiono menutup pembicaraan. Kebetulan ada tamu dari BPH Aisyah yang silaturahim, hari itu juga.