Penyelenggaran Event di Kota Jogja Masih Menunggu Verifikasi dari Dinas Pariwisata

Ilustrasi. - Ist/Freepik
17 Juli 2020 10:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah penyelenggara event dan hiburan turut mengajukan verifikasi kepada Dinas Pariwisata Kota Jogja untuk bisa melakukan pembukaan di tengah pandemi. Pengajuan tersebut menyusul setelah beberapa destinasi pariwisata telah terverifikasi sebelumnya.

Kepala Bidang Atraksi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kota Jogja Edi Sugiarto menyebutkan ada lima tempat rekreasi dan hiburan yang mengajukan verifikasi. "Sampai saat ini belum kita lakukan verifikasi, karena proses penentuan tim baru dalam pembahasan,  baru proses klasifikasi yang mengajukan setelah tim terbentuk kita lakukan verifikasi," jelas dihubungi pada Kamis (16/7/2020).

BACA JUGA : Sempat Tutup karena Pandemi, Sejumlah Mall di Jogja

Adapun lima tempat yang mengajukan verifikasi bervariasi. Mulai dari tempat billiard, wahana permainan anak, museum, hingga kegiatan pameran karya seni. "Mereka baru mengajukan, kami belum menverifikasi, jadi kami belum bisa memberikan hasilnya verifikasi atau rekomendasi yang pasti," jelasnya.

Menanggapi adanya permintaan event dari menyangkut pelaksanaan karya seni, Edi masih belum dapat bisa menentukan karena belum diverifikasi. "Seandainya bisa dilaksanakan harus berpedoman pada protokol kesehatan untuk event pameran, pengunjung dibatasi persesinya," terangnya.

"Karena kami juga harus konsultasi dengan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid - 19 Kota Jogja, ini baru berbicara dari siapa saja yang mengajukan," jelasnya.

BACA JUGA : Hotel & Restoran di Jogja Mulai Simulasi Pembukaan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Maryustion tidak menampik bahwa sejumlah tempat rekreasi dan hiburan telah mengajukan verifikasi. Namun pihaknya menerangkan bahwa saat ini masih sedang tahap verifikasi implementasi tatanan baru. "Ya itu kan masuk bidang usaha pariwisata, itu nantinya juga kita lakukan verifikasi, intinya dengan pola self assessment," terangnya.

Ia menerangkan bahwa dalam penilaian mandiri penegakan Covid-19 telah ada check list poin-poin yang baru dipenuhi. "Nanti mereka [pelaku usaha pariwisata] melakukan sendiri, kemudian kami akan melakukan verifikasi di lapangan, apalah benar yang diajukan dalam asesmen," jelasnya.