Sekolah Tatap Muka Akan Digelar, Kota Jogja Siapkan 1.700 Wastafel

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ketika mencuci tangan di wastafel portabel di depan pasar Beringharjo, Jogja, Jumat (27/3/2020)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
17 Juli 2020 10:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO—Dinas Pendidikan Kota Jogja menyiapkan 1.700 wastafel untuk menyambut rencana pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Ribuan wastafel itu akan dipasang di jenjang pendidikan SD hingga SMP di Kota Jogja.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja Dedi Budiono mengatakan pemasangan wastafel tersebut merupakan langkah Dari Dinas Pendidikan Kota Jogja dalam menyambut rencana sekolah tatap muka di kelas di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Begini Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah yang Akan

"SOP kami sudah buat. Namun mengenai waktu pelaksanaannya kapan kami juga tidak tahu. Kami juga sudah mulai memasang wastafel sebanyak 1.700 an wastafel baik di SD maupun SMP. Rasionya satu kelas satu wastafel," ujar Dedi saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2020).

SOP yang dimaksud adalah sekolah wajib memiliki infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya protokol pencegahan penularan Covid-19. Seperti ketersediaan wastafel, hand sanitizer, thermo gun, dan penggunaan masker bagi setiap orang di sekolah, dan physical distancing.

Lebih lanjut, mekanisme pertemuan tatap muka di kelas nantinya dilaksanakan sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19. Artinya, setiap anak maksimal berjarak satu meter dengan siswa lainnya.

BACA JUGA : Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli, Sekolah di DIY Dipastikan

"Kalau begitu kan tidak mungkin masuk semua. Artinya kan separuh-separuh atau menggunakan sistem sif. Semester ini kami sudah pastikan jika pembelajaran dilaksanakan dengan sistem dalam jaringan [daring]," terang Dedi.

Sesuai dengan arahan Mendikbud, pembukaan kegiatan belajar tatap muka hanya untuk wilayah yang dikategorikan sebagai wilayah hijau. Sedangkan, di wilayah Jogja tidak ada daerah hijau.

"Sehingga jelas yang relevan saat ini adalah pembelajaran dengan sistem jarak jauh. Kami kombinasi sistem pembelajaran daring dan luring. Kalaupun dibuka [pembelajaran di kelas] kan kemungkinan Desember, tapi kami juga masih menunggu edaran dari Kemendikbud," ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Jogja Y. Niken Sasanti menyatakan sudah menyiapkan sejumlah mekanisme terkait dengan penyelenggaraan kegiatan belajar yang nantinya akan dilakukan secara tatap.

BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah

"Walaupun belum siap 100 persen karena kami pikir itu akan masih lama ya direalisasikannya, karena menunggu sebuah daerah itu dikategorikan sebagai zona hijau," imbuhnya.

Pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana yang mumpuni sehingga kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara tatap muka di kelas bisa terlaksana dengan maksimal.

"Termasuk sarana dan prasarana keamanan siswa dan guru bahkan karyawan. Misalnya, di kelas hanya diisi separuh dari jumlah siswa. Di kelas juga nantinya ventilasi akan diperhatikan agar pergantian udara bisa maksimal," ujarnya.

SMPN 1 Kota Jogja telah menyediakan tempat cuci tangan di sejumlah titik. Sementara ini baru tersedia 22 wastafel. Jumlah kelas di SMPN 1 Kota Jogja sendiri ada 24.

"Menurut saya sudah banyak. Tapi, informasinya akan ditambah lagi. Anak-anak juga sudah diedukasi untuk menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti memakai masker. Seandainya ada yang lupa untuk maskernya akan kami beri," ucapnya.