Driver Ojol Perempuan ini Sering Digoda, Ditawari Jadi LC sampai Diminta Jadi Pacar Penumpang

Drivek ojek online, Stephania. - Harian Jogja/Sunartono.
18 Juli 2020 12:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Driver ojek online (ojol) perempuan di Jogja memiliki sejumlah pengalaman kurang mengenakkan dari customer usil saat bekerja di lapangan. Namun demi bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga, mereka tetap beroperasi melayani pelanggan.

Pengalaman tidak mengenakkan sering diterima oleh seorang driver ojol yang berparas ayu asal Bumijo, Jetis, Kota Jogja bernama Highness Stephania. Wanita berusia 19 tahun itu nekat mendaftar sebagai mitra salah satu platform ojol di Jogja pada 2019 lalu agar bisa mendapatkan penghasilan.

Ia mengakui sering mendapatkan godaan dari pelanggan terutama dari kalangan pria. Bahkan pernah ditawari bekerja sebagai Lady Companion (LC) atau pemandu lagu dan pijat plus-plus. Namun ia menolaknya.

"Pernah yang paling parah dia kepalanya nyender, dia nawarin saya kerja juga, tetapi kerjanya suruh jadi LC [pemandu karaoke], pijat plus-plus seperti itu, ya jelas saya tidak mau," katanya, Jumat (17/7/2020).

Ada juga penumpang biasanya sengaja duduk terlalu mendekat namun saat diingatkan justru tidak berkenan. "Biasanya kalau dapat customer cowok kepala suka nyender di sini, kadang suka duduknya mendekat banget, saya sudah bilang, mas mbok ya mundur, tetapi ada yang malah marah," ujarnya.

Tidak sedikit yang sengaja minta nomer kontak kemudian di kemudian hari meminta untuk dijemput dengan tanpa menggunakan aplikasi. Ia pun tidak menanggapinya, karena standar kerjanya harus menggunakan aplikasi.

"Terus ada yang minta nomer WA, kadang minta manualan tanpa aplikasi. Minta besok jemput saya, besoknya lagi jemput, tetapi tidak tanggapi," ucapnya.

Selain itu ada penumpang yang menyatakan jatuh cinta dan ingin menjalin hubungan. "Ada yang malah nembak, dia bilang minta jadi pacar, tetapi aku bilang sudah punya pacar, dia tanya-tanya, saya jawab pacarku masih kuliah. Terus dia bilang kenapa enggak sama saya saja yang sudah mapan, sudah siap menikah pasti pacarnya mbaknya enggak punya uang kan. Saya tetap enggak mau, terus dia turun sambil bilang, nanti kamu menyesal," ucap anggota Pasukan Ojol Perempuan (POP) Jogja ini.

Kondisi Ekonomi

Koordinator POP Jogja Dwi Setyowati mengakui banyak hal yang dialami driver ojol perempuan saat bekerja seperti yang dialami Stephania tersebut. Menurutnya sebagian besar driver ojol perempuan sangat berisiko dan rawan di lapangan, tetapi karena demi membantu perekonomian keluarga mereka harus melakukan itu. Karena kondisi ekonomi terbatas sehingga ikut bekerja sebagai driver ojol. Saat di lapangan banyak kendala seperti tempat mangkal atau tempat istirahat yang terbatas.

"Rata-rata terdesak kebutuhan ekonomi, bahkan ada yang punya bayi terpaksa tetap harus menjalankan ojol. Kami mengapresiasi adanya bantuan. Karena kadang ada customer tiba-tiba cancel karena tahu drivernya cewek," katanya.

Pegiat Sosial Yuni Astuti menilai pentingnya fasilitas bagi driver ojol perempuan saat di lapangan, paling tidak ada tempat khusus untuk beristirahat. Karena kondisi perempuan sangat berbeda dengan laki-laki yang biasanya lebih mudah untuk beristirahat di mana saja. Pihaknya akan berupaya menindaklanjuti terkait harapan driver terkait pentingnya titik khusus untuk istirahat.

"Memang seharusnya ada tempat khusus untuk istirahat, sehingga perempuan ojol ini mudah ketika di lapangan," katanya di sela-sela memberikan bantuan.

Terkait adanya perlakuan kurang menyenangkan, Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila DIY ini pun menyayangkan tindakan customer tersebut. Driver ojol perempuan memang layak mendapatkan perlindungan. "Kami salut dengan mereka yang berjuang di lapangan demia ekonomi keluarga dengan banyak risiko," ucapnya.