Peduli Dampak Pandemi, Seniman Beberapa Kota Bikin Karya Bareng

Sejumlah seniman sibuk menyelesaikan karyanya dalam aksi seniman peduli dampak Covid-19 di Posnya Seni Godod, Jogja, Kamis (16/7/2020). - Istimewa/Dok. Godod Sutejo
19 Juli 2020 09:07 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah perupa Jogja kembali menggelar aksi peduli dampak pandemi Covid-19 dengan mengusung konsep yang menarik, Kamis (16/7/2020), Bertajuk Greget Gumregah Covid-19, aksi yang digelar di Posnya Seni Godod tersebut diwujudkan dalam kegiatan laku doa sastra mantra, yoga meditasi, doa dalam bentuk rajah dan kaligrafi, serta melukis bareng di Jogja dan di sejumlah kota.

Para perupa di Jogja melukis on the spot dengan tema beragam. Sejumlah perupa yang ikut serta di antaranya Rujiman Koi, Rismaryono, Darto Taru, Ledek Sukadi, Tatiek Mudjiarti, Nanang Wijaya, Totok Bukhori, Rahmat Supriyono, Hendro Purwoko, Subaru, dan Susilo.

Proses kreatif melukis bersama ini juga diiringi alunan instrumen gender yang dimainkan oleh seniman karawitan Steven Burel asal Inggris.

Tak hanya itu, seniman senior Syaiful Adnan juga turut ambil bagian dengan membuat doa-doa keselamatan dalam lukisan kaligrafi. Sedangkan Mbah Muji dan Sakijo dari komunitas Hosoko membuat rajah-rajah doa dengan aksara-aksara kuna Hosoro.

Di tempat yang sama, pematung Kondang Sugito membuat patung dengan tema Corona. Sebuah patung berbentuk kepala dengan rambut atau tanduk-tanduk runcing dan bermulut penuh taring yang terinspirasi dari anatomi virus Corona.

Selama kegiatan berlangsung, LKJ Sekar Pangawikan pimpinan R. Bambang Nursinggih membawakan ritual kidung sastra mantra agar bangsa Indonesia segera lepas dari wabah virus corona. Sedangkan di satu sudut ruangan seorang praktisi yoga Jogja, Yadi, menggelar doa lewat yoga & meditasi.

Untuk lebih membuat greget, disajikan pula koleksi keris milik Kusno, seorang pemerhati tosan aji Jogjakarta. Keris-keris yang disajikan khusus berpamor Singkir dan Nunggak Semi yang memiliki maksud untuk menyingkirkan wabah penyakit dan sebagai tolak bala.

Seniman Godod Sutejo selaku koordinator acara menyampaikan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari pameran Artsale Covid-19 yang digelar secara daring sejak 11 Juni 2020 lewat akun Instagram @Artsale2020.

Begitu pula dengan karya hasil melukis bersama yang digelar selama aksi peduli Greget Gumregah Covid-19, nantinya juga dipamerkan di akun Instagram @Artsale2020 sampai 5 September 2020.

"Secara simbolis acara ini dimaksudkan untuk menghalau wabah Covid-19 yang telah memorak-porandakan kehidupan masyarakat, termasuk para seniman yang sangat terdampak secara langsung. Dengan gelar titi laku lukis bareng, mendaraskan doa-doa melalui kuas dan kanvas serta lantunan kidung sastra mantra diharapkan akan membantu mengenyahkan wabah penyakit," kata Godod, melalui siaran pers, Jumat (18/7/2020).

Sementara itu, di waktu yang sama, sejumlah perupa dari luar Jogja juga menggelar lukis bareng di tempat masing-masing. Mereka di antaranya Arfial Arsyad di Solo, Hendrawan di Banyuwangi, Jaefahru di Bogor, Budi Karmanto di Jakarta, Danarso di Semarang, Subanu & Yuliascana di Surabaya.

Seniman eksentrik dari Purbalingga, Chune Ebeg Mayong juga bersemangat ikut meramaikan. Sedangkan Erwan Wijanarko, Mulyoto dan sejumlah perupa lain di Bali turut melukis bersama di pelataran pura.

"Tentu segala usaha harus kami upayakan. Selain penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, tentu kita juga harus selalu berdoa kepada pemilik hidup dengan berbagai cara, salah satunya melalui aksi seperti ini. Kegiatan ini juga untuk menumbuhkan kembali gereget semangat para seniman yang selama beberapa bulan ini bisa dibilang vakum, baik dalam proses kreatifnya, kegiatan pameran maupun pemasukan ekonominya. Ini saatnya kita kembali gumregah berkarya seni," ucap Godod.