Kartu Prakerja Dihentikan, 3.249 Warga Bantul Gigit Jari

Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
19 Juli 2020 22:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul memastikan menunggu surat pemberitahuan dari Pemerintah Pusat terkait kelanjutan keberadaan kartu Prakerja.

Sebab, sejauh ini tidak ada peran dari daerah dalam mengurus kartu tersebut.

Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengatakan, hingga kini pihaknya hanya tahu sebatas Kartu Prakerja dihentikan.

Penghentian ini berlaku untuk semua proses Kartu Prakerja, baik pelatihan, maupun pembayaran insentifnya.

“Kami tidak tahu, sampai batas waktu kapan dan kelanjutannya. Kami belum menerima surat dari pusat," kata Istirul, Minggu (19/7/2020).

Meski demikian, diakui dia, ada sebanyak 3.249 warga Bantul yang terdaftar sebagai pemegang Kartu Prakerja. Gelombang satu sebanyak 759 orang. Gelombang dua 1.342 orang. Dan gelombang tiga sebanyak 1.143 orang.

Meski telah dihentikan, sejatinya keberadaan Kartu Prakerja cukup banyak diminati warga Bantul. Salahsatunya adalah Anisa, 24, warga Bantul.

“Saya sebenarnya tertarik mengikuti program ini, tapi minim info,” katanya.

BACA JUGA: Covid-19 di DIY Pecah Rekor! Sehari Tambah 16, Pasien Meninggal Bertambah

Meski demikian, Anisa akhirnya berhasil mendaftar. Sayangnya, usai mendaftar, dirinya dikagetkan karena Kartu Prakerja dihentikan.

“Katanya dihentikan. Padahal saya pengen ikut program ini,” ucapnya.