Nikmat Kurban Menyapa Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Bantuan kurban oleh ACT/Ist
20 Juli 2020 16:57 WIB Media Digital Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sumur-sumur warga di beberapa Kecamatan di Gunungkidul mengering pada Agustus 2019 lalu. Begitu pula dengan sungai-sungai yang mengalir yang tak jauh dari perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Wonogiri tersebut. Selama kekeringan, warga hanya bergantung pada bantuan air yang datang.

Warga Gunungkidul yang sebagian besar berprofesi menjadi petani pun mengalami kegagalan panen. Hamparan sawah tak mendapatkan pasokan air. Dedaunan pohon jati juga mengering. Berbagi air ke sesama makluk hidup pun menjadi keharusan. Tak sedikit warga yang hanya mengandalkan bantuan air atau membeli dari truk tangki swasta untuk keperluan minum, mandi bahkan mencuci.

Kemarau di tahun 2019 memang menjadi salah satu musim kering yang paling parah dampaknya. Di tengah bencana kekeringan tersebut, Global Qurban - ACT pada Iduladha 2019 lalu mengirimkan hewan kurban terbaiknya bagi warga Gunungkidul. Tak kurang dari 176 ekor hewan kurban disembelih di dua Kecamatan di Gunungkidul yakni, Kecamatan Paliyan dan Kecamatan Semin.

Di Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Global Qurban - ACT mengirimkan 105 ekor hewan kurbannya untuk masyarakat di sana. Antusias pun datang, warga berkumpul, bergotong royong menyembelih domba untuk kemudian didistribusikan ke masyarakat prasejahtera dan terdampak kekeringan.

Winarno, salah satu warga Grogol mengungkapkan, kekeringan di tempatnya tinggal berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menurun. Paceklik yang juga bertepatan dengan Iduladha membuat sedikit warga yang mampu menunaikan ibadah setahun sekali itu. “Iduladha tahun kemarin (2019), disini hanya beberapa yang menyembelih hewan kurban. Makanya kami sangat bersyukur pada saat Idul adha Global Qurban mengirimkan hewan kurbannya, warga bisa menikmati hidangan daging,” ungkap Winarno.

Ia juga menambahkan, selain ratusan hewan kurban yang disembelih di desanya, distribusi hewan kurban juga di bagi-bagikan ke desa-desa sebelahnya seperti desa Pampang, Karangasem, Sodo, serta Giring, lebih luas lagi hewan kurban yang disembelih di Kecamatan Paliyan juga di distribusikan di Kecamatan Saptosari, Panggang, Tepus, dan juga Tanjungsari.
Secara keseluruhan, tahun 2019 lalu Global Qurban – ACT DIY telah menyembelih hewan kurban tak kurang dari 1.200 ekor kambing yang di distribusikan di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, serta Kabupaten Sleman.

Pada idul adha tahun 2020, Global Qurban - ACT akan kembali mendistribusikan hewan kurbannya ke berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana seperti kekeringan, masyarakat prasejahtera, serta masyarakat terdampak Covid-19. Kharis Pradana dari Tim Program Global Qurban – ACT DIY mengatakan, tujuan distribusi hewan kurban ke wilayah terdampak bencana ialah untuk mengurangi beban masyarakat. Pasalnya, setiap bencana pastilah membawa dampak buruk bagi warga terdampak.

“Meluasnya distribusi hewan kurban tidak pernah lepas dari kebaikan pekurban yang menyalurkan kurbannya melalui Global Qurban - ACT. Di tengah pandemi ini, kami berkomitmen dan mengajak dermawan untuk berbagi kebahagiaan lewat sekantong daging kurban ke masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana,” jelas Kharis, Senin (20/7/2020).