Advertisement
Warga Sleman Tak Masuk Daftar Pemilih Pilkada, Begini Solusinya
![Warga Sleman Tak Masuk Daftar Pemilih Pilkada, Begini Solusinya](https://img.harianjogja.com/posts/2020/07/25/1045377/data-pemilih-ok.jpg)
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Selama masa pencocokan dan penelitian (Coklit), masyarakat bisa melapor jika namanya tidak masuk dalam daftar pemilih. Laporan bisa disampaikan kepada petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) atau petugas pemungutan suara (PPS).
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan sejak 15 Juli lalu petugas PPDP melakukan proses pencoklitan data pemilih pada Pilkada Sleman. Proses pencoklitan tersebut dijadwalkan berakhir pada 13 Agustus mendatang. "Nah bagi warga yang belum masuk dalam daftar pemilih, hendaknya menyampaikan ke PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) dan dimasukkan ke dalam pemilih baru," katanya, Sabtu (25/7/2020).
Advertisement
Selain melaporkan ke PPDP, warga yang belum masuk ke daftar pemilih bisa melaporkan diri ke PPS di kantor desa seluruh Kabupaten Sleman. "Jadi kami berharap masyarakat bisa mengecek apakah sudah terdaftar sebagai atau belum (sebagai pemilih)," katanya.
Politikus Gerindra Ini Desak Pemerintah Perhatikan Pelaku UMKM Terdampak Pandemi
Menurut Trapsi, tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya Pilkada. Pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, lanjutnya, menentukan bagi tahapan pemilihan selanjutnya, mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi Pemilihan, rekapitulasi hasil suara, dan lain sebagainya.
"Jika hasil pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan selanjutnya juga akan sangat terganggu," ujar Trapsi.
Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir saat petugas PPDP datang. PPDP dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Trapsi, dibekali Alat Pelindung Diri (APD) dan menerapkan protokol kesehatan. Petugas saat proses pencoklitan berlangsung tidak masuk ke dalam rumah, tetapi tetap berada di dalam rumah. "Kami juga telah melakukan rapid test kepada mereka untuk pencegahan penyebaran Covid-19," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
![alt](https://img.harianjogja.com/posts/2025/02/06/1203299/rapat-banggar.jpg)
Efisiensi Anggaran, Kementerian Desa Pangkas Rp1,03 Triliun
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sleman Turun
- Begini Cara Efektif Guru PAUD Menjelaskan Tema Ayam kepada Muridnya
- Tiga Sekolah Di Kota Jogja Akan Diperbaiki di 2025, Ini Daftarnya
- Dinilai Ketinggalan Zaman, Perda Minuman Beralkohol di Gunungkidul Segera Direvisi
- Presiden Prabowo Pangkas Anggaran, Ini Dampaknya ke Pemkab Sleman
Advertisement
Advertisement