SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Politisi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (kiri) saat berdialog dengan pelaku UMKM di terminal Pakem, Sleman, Sabtu (25/7/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN--Politisi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) menyoroti dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat ekonomi ke bawah yang perlu diperhatikan pemerintah. Menurut Danang, pemerintah harus memikirkan solusi masalah yang saat ini dihadapi masyarakat. Terutama saat pandemi Covid-19.
Menurutnya problem yang saat ini dihadapi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Seperti pelaku UMKM. Saat ini mereka kesulitan modal padahal di sisi lain tetap harus memenuhi kebutuhan hidupnya.
BACA JUGA : Politisi Gerindra Danang Wicaksana Maju Pilkada Sleman Lagi?
"Banyak pelaku UMKM yang masih kesulitan mengakses modal. Tidak jarang mereka terpaksa gali lobang tutup lobang untuk menutupi hutangnya hingga terjebak jerat rentenir," katanya usai berdialog dengan pelaku UMKM di Pakem, Sabtu (25/7/2020).
Ia menilai solusi yang dihadapi pelaku UMKM itu tidak terlalu sulit. Pemerintah dapat memudahkan akses permodalan untuk pelaku usaha mikro. Caranya, dengan mempermudah persyaratan dan menurunkan bunga serendah mungkin. Namun sebelum itu, pemerintah harus memiliki data yang memadai terkait jumlah pelaku usaha mikro yang perlu dibantu.
"Selain data yang valid juga penting dilakukan penataan, perlindungan dan pendampingan manajemen kepada pelaku UMKM," katanya.
BACA JUGA : Kader Bergejolak, PDIP Diminta Jelaskan Alasan Pemberian
Pria yang siap bertarung pada Pilkada Sleman mendatang ini juga menyorot biaya pendidikan yang dikeluarkan masyarakat justru bertambah selama pandemi Covid-19. Pasalnya, orang tua harus membeli kuota tambahan untuk menyelesaikan tugas-tugas anak selama menjalani pendidikan secara online.
Pria yang digadang-gadang akan maju Pilkada Sleman pada 9 Desember mendatang itu mengatakan, kelompok ekonomi lemah ini seharusnya mendapatkan porsi perhatian lebih dari pemerintah. "Misalnya persoalan pendidikan saat ini, bagaimana masalahnya tidak lagi menjadi beban masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah," katanya.
Lasmiyati, 46, pedagang minuman dawet di Terminal Pakem mengaku selama pandemi Covid-19 penjualan dawetnya turun drastis sejak 20 tahun terakhir. "Iya, selama empat bulan ini sepi sekali. Saya berjualan sudah duapuluh tahun, ini baru betul-betul terasa sepi," ungkapnya.
Ia siap ditata dan dibina asalkan demi kemajuan pelaku UMKM. Sebab selama ini pedagang seperti dirinya sering terpaksa meminjam uang untuk modal berdagang. Dia berharap, pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses pinjaman modal dengan bunga rendah.
"Tidak jarang pedagang kecil harus gali lubang tutup lubang saat membutuhkan modal berjualan. Kadang ada yang sampai pinjam ke rentenir dengan bunga tinggi karena terkendala syarat pengajuan pinjaman dari perbankan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.