Banyak Pesepeda Meninggal Mendadak, Ini Peringatan Komunitas Pegowes

Ilustrasi - Freepik
26 Juli 2020 22:27 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya enam pesepeda meninggal mendadak di DIY dalam dua bulan terakhir karena kelelahan dan sakit. Insiden ini menjadi perhatian komunitas pesepeda. Ketua Komunitas Jagowes, Wisnu Wardana, meminta pegowes untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh sebelum menerima tantangan dan rute gowes.

"Yang saya lihat ada beberapa kondisi pesepeda itu gengsi. Bareng-bareng sepedaan, temannya kuat, dia merasa enggak kuat, tapi dipaksakan karena malu. Itu malah fatal kalau semacam itu," kata Wisnu, Minggu (26/7/2020).

BACA JUGA: Bersepeda Bersama Keluarganya, Bocah 9 Tahun Tewas Tersambar Kendaraan

Menurutnya, setiap pesepeda, baik muda maupun paruh baya, punya maupun tidak punya penyakit bawaan, harus sadar kemampuan diri sendiri ketika dihadapkan pada rute dan tantangan tertentu.

BACA JUGA: Lemah Jantung, Pegowes Mlati Meninggal Saat Menunggu Temannya di Pinggir Selokan Mataram

"Misal ada tanjakan, dia harus sadar bahwa tanjakan itu akan ditempuh dengan menanjak sepanjang apa. Kalau enggak kuat, pilih istirahat dulu dan berhenti. Kalau sudah pulih, jalan lagi. Itu mengurangi risiko. Intinya jangan gengsi. Ketika satu rombongan, merasa lebih senior tapi ternyata enggak kuat, ya jangan dipaksakan," terang Wisnu.

BACA JUGA: 2 Bulan, 6 Pesepada di DIY Meninggal Mendadak karena Kelelahan & Sakit

Bagi pesepeda dengan komorbid, ia rasa tak masalah untuk bersepeda. Selama rute yang ditempuh datar dan tidak terlalu berat. "Ada kondisi bagi tang punya penyakit jantung, dengan olahraga malah bisa melatih jantungnya, tapi jangan dipaksakan," tambahnya.

BACA JUGA: Jokowi Arahkan Adik Iparnya Mundur dari Pilkada Gunungkidul

Ia juga tak mempermasalahkan pesepeda dengan usia paruh baya. Sebab, ia juga mengetahui salah satu komunitas sepeda di Jogja bernama Sepuhan yang beranggotakan pesepeda dengan usia di atas 60 tahun sering bersepeda dengan rute Jogja-Congot di Kulonprogo.

"Paruh baya atau masih muda itu enggak masalah, asal tau kondisinya sendiri. Ketika sudah lelah mending berhenti, jangan dipaksakan. Ketika ada persimpangan, nunggu di situ. Atau ada pos-pos tertentu, misal warung untuk berhenti," kata dia.