KSSK: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Konflik Geopolitik
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global.
Bank BPD DIY mengenalkan produk QRIS kepada segenap masyarakat Bantul, belum lama ini./Ist
Harianjogja.com, BANTUL - Perkembangan teknologi digital seolah memacu persaingan usaha untuk menjadi semakin efisien. PT Bank BPD DIY tidak mau ketinggalan untuk ikut mendukung digitalisasi transaksi ekonomi di Kabupaten Bantul, di antaranya lewat sosialisasi sarana pembayaran QRIS.
Bank BPD DIY turun langsung untuk menyapa dan mengenalkan produk QRIS kepada segenap masyarakat Bantul. Sepanjang bulan Juli saja, tak kurang dari ratusan merchant di penjuru Kabupaten Bantul mengikuti sosialisasi QRIS Bank BPD DIY sekaligus mendaftarkan diri ikut bergabung.
Pelaku usaha Taman Kuliner Angkruksari, Kretek, menjadi sasaran terbaru sosialisasi QRIS Bank BPD DIY. Bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (22/7/2020) tersebut tampak diikuti dengan antusias oleh para pedagang.
Hal serupa juga dilaksanakna di Taman Kuliner Imogiri dan Pasar Imogiri, bahkan juga kepada para petani bawang merah di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kemampuan menguasai teknologi digital dapat menjadi bekal untuk bersaing dengan competitor dari seluruh penjuru dunia.
Para pedagang di kawasan wisata Mangunan yaitu Puncak Becici, Seribu Batu, Lintang Sewu, Pinus Sari, dan Bukit Pengger juga tak mau ketinggalan untuk membuka layanan QRIS. Mereka berharap, terobosan ini dapat membantu meningkatkan kualitas layanan bagi para wisatawan di era adaptasi kebiasaan barusaat ini.
QRIS merupakan standarisasi pembayaran digital menggunakan QR Code dari Bank Indonesia. Dengan QRIS, pembayaran dapat dilakukan dengan praktis, mudah, dan cepat.Cukup dengan sekali scan menggunakan smartphone Android, transaksi dapat dilakukan dengan scan QR Code.
Dalam rilis yang diterima Harianjogja.com Pemimpin Cabang PT Bank BPD DIY Cabang Bantul, Arief Budiman mengatakan, pihaknya terus mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bantul. Salah satunya dengan mendorong modernisasi metode transaksi keuangan menggunakan QR Code Bank BPD DIY.
Menurut Arief, di tengah jaman yang sangat dinamis, semua pihak perlu memperluas wawasan dan semakin mengenal teknologi. Dengan QR Code Bank BPD DIY, transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan praktis, tanpa uang tunai, dan aman. “Dan jangan lupa, menghindari pemakaian uang cashberarti mendukung pencegahan penyebaran Covid-19,” tutur Arief.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global.
Damkarmat Kota Jogja masih menunggu kekancingan Kraton Jogja untuk membangun pos damkar baru di Alun-Alun Utara.
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
BPS menjelaskan garis kemiskinan Rp669.235 per kapita harus dihitung berdasarkan rumah tangga. Rata-rata mencapai Rp3,09 juta per bulan.
Menaker Yassierli meminta lulusan perguruan tinggi meningkatkan kompetensi untuk mengikuti Program Magang Nasional 2026 yang membuka 150.000 kuota.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.