Ngeyel, Wisatawan di Pantai Baron Masih Begerombol

Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY. - Harian Jogja
31 Juli 2020 15:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata belum sepenuhnya berhasil. Pasalnya, masih ada pengunjung yang tidak displin seperti mencopot masker atau masih bergerombol saat berada di pantai.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, libur Iduladha di kawasa Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari mulai ramai dikunjungi wisatawan. Menurut dia peningkatan kunjungan masih akan terjadi khususnya pada saat akhir pekan.

“Besok masih bisa ramai lagi. Tapi untuk sekarang [kemarin] keramaian baru terlihat mulai siang hari,” kata Marjono, Jumat (31/7/2020).

Baca Juga: Nekat, Pensiunan Tentara di Kulonprogo Tusuk Keponakan hingga Tewas

Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan destinasi masih ada sejumlah catatan. Hal ini dikarenakan masih banyak yang melanggar, khususnya untuk menjaga jarak. Faktanya di lokasi wisata masih bergerombol dan tidak mengindahkan aturan yang ada.

Untuk penggunaan masker, Marjono mengakui juga masih banyak yang belum taat. Hanya saja, pemakaian ini menimbulkan dilema karena saat bermain di pantai akan sulit bernafas apabila tetap menggunakan masker. Meski demikian, ia berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya menyosialisasikan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di kawasan wisata.

“Kita terus mengimbau melalui pengeras suara yang ada di posko. Harapannya wisatawan bisa menaatinya,” kata Marjono

Baca Juga: Lampu Minyak Meledak, Uang Rp10 juta dan Emas Hangus Terbakar

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukomono mengatakan, libur akhir pekan ini diperkirakan akan ada lonjakan tingkat kunjungan karena bersamaan dengan libur Hari Raya Iduladha. Ia mengaku sudah melakukan antisipasi dengan menambah personel untuk pengawasan di kawasan wisata pantai. “Kita tambah 54 orang. Selain dari internal dinas, tambahan juga berasal dari saptol PP, TNI-Polri maupun petugas kesehatan,” katanya.

Menurut dia, penambahan dilakukan sebagai upaya menegakan pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan wisata. “Sebenarnya bukan saat libur ini karena penambahan terus dilakukan saat libur akhir pekan karena adanya peningkatan kunjungan dibandingkan hari biasa. Untuk surat pengajuan tambahan, juga sudah kami serahkan ke masing-masing instansi,” kata Hary.