Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Bantul yang terpapar Coronavirus Disease (Covid-19) di Bantul terus bertambah. Dinas Kesehatan Bantul akan memgevaluasi total kinerja tenaga kesehatan dalam pelayanan Covid-19 selama ini.
Sampai saat ini tercatat sudah 57 nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Projotamansari, "Total 57 nakes [yang positif Covid-19]. Semua Orang Tanpa Gejala [OTG]," kata Kepala Dinas kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, Minggu (2/8/2020).
Agus mengatakan para nakes itu diketahui positif Covid-19 dari hasil swab massal populasi nakes di semua layanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta sebanyak sekitar 6.000an orang. Mereka yang dites melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) baik medis maupun paramedis.
Pemeriksaan swab itu hasilnya sampai sekarang belum keluar semua. Proses pemeriksan swab masih terus dilakukan untuk memastikan semua nakes di Bantul aman terlebih dahulu dari Covid-19 sebelum melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umun.
Sejauh ini diakui Agus jika nakes yang positif Covid-19 memang banyak, tetapi sejauh ini pelayanan kesehatan masih tetap terkendali. Sebab beberapa nakes yang positif juga sudah sembuh dan kembali bertugas. Hanya tugasnya tidak langsung berhububgan dengan masyarakat langsung.
Baca Juga: Gara-Gara Corona, Jumlah Hewan Kurban di Bantul Menurun hingga 1.378 Ekor
Sementara nakes yang belum dinyatakan negatif, masih menjalani proses isolasi di rumah sakit. Sebagian besar di rawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro Bantul dan tempat isolasi khusus, yakni Gedung Saemaul Sumbermulyo, Bambanglipuro.
"Mengisolasi mereka agar segera bisa ditangani dirawat dan mudah-mudahan segera pulih negatif. Supaya semua aman nakes aman dan masyarakat aman. Prinsipnya agar tidak tertular dan menularkan," ujar Agus.
Lebih lanjut mantan Wakil Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul ini mengatakan pekan depan pihaknya akan mendekontaminasi semua layanan kesehatan dari layanan kesehatan tingkat pertama, lanjutan hingga rumah sakit khusus Covid-19. Upaya tersebut sebagai bagian dari evaluasi untuk mencari penyebab banyaknya nakes yang terpapar Corona.
Ia belum bisa memastikan dari mana nakes tertular Covid-19. Sebab ada beberapa kemungkinan, di antaranya di layanan kesehatan, tempat tinggal, atau lingkungan pergaulan nakes. Bahkan, kata Agus, bisa juga saat melepas alat pelindung diri (APD).
"Akan evakuasi protokol kesehatan dari mulai memakai dan melepas APD. Kedua terkait dengan kejujuran masyarakat, agar jujur apa yang terjadi [saat memgakses pelayanan kesehayan]. Apakah ada riwayat perjalanan. Puskemas sudah ada jalur khusus infeksius," kata Agus.
Sasar Perkantoran
Selain itu, evaluasi juga akan menyasar soal protokol kesehatan di perkantoran khususnya kantor tempat para nakes bertugas. Karena tidak dipungkiri selesai melakukan pelayanan para nakes juga kembali berkantor dan bersosialisasi bersama teman sekantor.
Baca Juga: Rentan Tertular Virus, Dosen Sepuh Dilarang Mengajar di Kelas
"Jangan sampai lalai ketika sudah pelayanan tetapi ketika kegiatan perkantoran justru tertular. Klaster perkantoran jadi warning," kata dia.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, sebelumnya mengatakan bahwa pedoman penanganan Covid-19 saat ini mengalami perubahan sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam pedoman revisi lima tersebut, kata dia, pasien terkonfirmasi positif yang tidak bergejala atau OTG cukup diisolasi di rumah atau shelter dengan tetap melalui pengawasan.
Sementara di rumah sakit khusus Covid-19 hanya untuk yang bergejala sedang dan berat. Namun untuk di Bantul pihaknya masih memanfaatkan rumah sakit darurat Covid bagi penderita OTG secara selektif dan memindahkannya ke shelter jika rumah sakit darurat tersebut sudah tidak mampu menampungnya.
"OTG tak perlu pengawasan ketat seperti dulu lagi. Hanya cukup isolasi mandiri dan dipantau kesehatannya setiap hari oleh petugas. Tidak perlu harus diawasi oleh dokter, tidak perlu dirumahsakitkan," kata Sri Wahyu, 23 Juli lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 6 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 6 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.
Bappenas dan Dewan Pers memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem pers BEJO’S sebagai mitra strategis pembangunan nasional.
Sejumlah reklame di Sleman ditutup karena belum membayar pajak. Penertiban sejak Juli 2026 mulai mendorong pemilik reklame melunasi kewajibannya.