Rentan Tertular Virus, Dosen Sepuh Dilarang Mengajar di Kelas

Dosen memantau sejumlah tugas perkuliahan secara daring, Sabtu (14/3/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 Agustus 2020 15:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pandemi Covid-19 membuat perkuliahan beralih sepenuhnya menjadi daring. Potensi penularan virus corona di lingkungan akademis terus diminimalkan oleh otoritas kampus dengan membatasi kegiatan perkuliahan tatap muka.

Tak hanya supaya mencegah mahasiswa tertular virus, kuliah daring juga dilakukan untuk menjaga para dosen dengan usia sepuh di kampus dari risiko karena mereka rentan tertular virus. Dosen sepuh lebih banyak diminta bekerja dan mengajar dari rumah.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Suharyadi menuturkan UGM masih menerapkan kuliah daring sampai akhir Oktober 2020. Walau begitu, ada sejumlah perkuliahan yang tetap dilakukan di kampus secara tatap muka, seperti kelas praktikum dan penelitian tugas akhir.

Meski memperbolehkan mahasiswa praktikum untuk masuk ke laboratorium di kampus, kampus membatasi dosen sepuh untuk mengajar secara tatap muka di kelas. 

BACA JUGA: Bukit di Sleman Dikepras hingga Gundul untuk Perumahan, Pengembang: Kita Enggak Seperti Negara Komunis

"Dosen sepuh dengan usia di atas 55 tahun diminta kerja dari rumah. Sebaiknya tidak mengajar di lab maupun di kelas dulu," kata Suharyadi pada Sabtu (1/8/2020).

Hal itu dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19. Dosen dengan usia sepuh, terlebih yang punya penyakit komorbid, diminta work from home. "Kecuali yang jadi pengurus seperti di rektorat ya enggak mungkin, tapi mengajarnya tetap daring," imbuhnya.

Saat ini, UGM tengah menggelar banyak pelatihan pembelajaran daring kepada para tenaga pengajar di kampus. Hal ini dilakukan menjelang semester ganjil yang akan dimulai pada bulan September mendatang.

"Kami juga tiap hari sekarang pelatihan kuliah daring supaya tidak membosankan dan supaya apa yang disampaikan bisa dipahami mahasiswa," terangnya.