Terima Gelar Honoris Causa, Hasto: Saya Tak Menyangka

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
02 Agustus 2020 15:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Mantan Bupati Kulonprogo yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengaku tak menyangka bisa memperoleh anugerah doktor honoris causa bidang Rekayasa Sosial Kemasyaratan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Sama sekali tidak membayangkan. Tiba-tiba dikabarkan dapat gelar doktor honoris causa," kata Hasto saat ditemui awak media di sela-sela pemotongan hewan kurban di lembaga pendidikan miliknya, yakni PAUD, TK dan SMK Sadewa, di Kapanewon Wates, Minggu (2/8/2020) pagi.

Hasto mengetahui dapat gelar tersebut saat dihubungi pihak UNY, kemudian, rektor UNY, Sutrisna Wibawa datang langsung ke kantor BKKBN untuk mengabarkan terkait anugerah yang akan diberikan kepadanya. Pria asal Kapanewon Kokap, Kulonprogo ini sempat tak percaya mendapat gelar itu karena menurutnya bertolak belakang dengan ilmu kedokteran yang selama ini ia pelajari.

"Biasanya kan penghargaan terkait dengan profesi saya, tapi ini tidak, ya jadinya sempat kaget," ucapnya.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Libur Iduladha Diprediksi Hari Ini

Anugerah doktor honoris causa bidang Rekayasa Sosial Kemasyaratan diberikan kepada Hasto pada Sabtu (1/8/2020) di Auditorium UNY. Anugerah ini sebagai penghargaan atas peran Hasto yang selama hampir dua periode memimpin Kulonprogo, 2011-2016 dan 2016-2019, kemudian diangkat jadi kepala BKKBN, berperan penting membangun Kabupaten Kulonprogo melalui gagasan dan idenya mewujudkan kemandirian ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.

Gagasan paling terkenal itu yakni Bela dan Beli Kulonprogo dengan dua makna, pertama gerakan ideologis untuk membela bangsa sendiri dengan membela produknya, dan yang kedua makna membeli produk sendiri yang secara ekonomi rakyat akan membangun sistem kendali dan meningkatkan peredaran uang di ranah lokal.

Menurut Hasto, anugerah ini sebagai bentuk kehormatan UNY terhadap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. "Anugerah ini bukan untuk saya, tapi masyarakat dan Pemkab Kulonprogo. Karena karya yang diberikan penghargaan itu adalah karya yang sebetulnya masyarakat Kulonprogo yang mengerjakan. Kami hanya memotori saja," ujarnya.

Hasto berharap anugerah ini bisa memacu spirit masyarakat Kulonprogo dalam mengimplementasikan slogan bela beli Kulonprogo. Di samping itu kehadiran inovasi pemkab yang sudah dikembangkan seperti geblek renteng, AirKu, Beras Menoreh dan pengolahan kopi secara mandiri juga bisa jadi media pembelajaran bagi generasi muda.

"Tidak hanya mensejahterakan masyarakat tapi juga pembelajaran bagi generasi muda," ucapnya.