Perjalanan Wisnus Tembus 938,84 Juta hingga September 2026
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pembukaan kegiatan belajar tatap muka di DIY akan dilakukan secara bertahap.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X berharap pembukaan kegiatan pendidikan tatap muka akan dilakukan secara bertahap dimulai dari perguruan tinggi kemudian diikuti jenjang di bawahnya.
"Mau saya itu ya dari kampus dulu baru nanti belakangan PAUD (pendidikan anak usia dini). Bukan PAUD dulu baru mahasiswa," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (3/8/2020).
Menurut Sultan, pembukaan pendidikan dengan tatap muka di masa pandemi baik untuk mahasiswa di kampus maupun anak-anak sama-sama memiliki risiko penularan.
Oleh sebab itu, hingga saat ini Raja Keraton Yogyakarta ini masih menginginkan agar pendidikan jarak jauh (PJJ) diperkuat.
BACA JUGA: UGM Minta Warganya yang Jadi Korban Pelecehan Seksual Dosen Swinger untuk Melapor
Namun demikian, menurut dia, jika dimulai dari anak-anak risiko penularannya terlalu besar.
"Kita kan masih menunggu kehadiran mahasiswa maupun anak-anak sekolah, jadi risiko-risiko itu gede banget," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa Gubernur DIY selalu mengingatkan agar pembukaan sekolah atau perguruan tinggi tidak dilakukan secara gegabah.
"Kita ini kan tidak boleh gegabah ada pembelajaran tatap muka. Terutama untuk kelas-kelas kecil sehingga kita nanti uji cobanya justru di mahasiswa," kata dia.
Menurut dia, pembukaan pendidikan dengan tatap muka tidak perlu tergesa-gesa agar tidak justru memunculkan klaster penularan COVID-19 di lingkungan pendidikan.
"Kalau kita punya pengalaman untuk mahasiswa kemudian kita geser ke SMA. Pelan-pelan kita tidak tergesa-gesa. Maunya Ngarso Dalem (Sultan HB X) supaya tidak ada klaster pendidikan," kata Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Seruyan.
Sebanyak 51 pelajar mengikuti Kejurkab Panjat Tebing Kulonprogo 2026. FPTI berharap dukungan fasilitas latihan untuk mengejar target tiga medali PORDA DIY 2027.
BPBD Gunungkidul menyebut musim hujan diperkirakan mulai Desember. Sebanyak 5.100 tangki air disiapkan untuk melanjutkan bantuan air bersih.
Apindo menyebut pelemahan rupiah, kenaikan harga energi, dan lesunya permintaan ekspor menekan margin perusahaan serta membuat pengusaha menahan investasi.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.