UGM Minta Warganya yang Jadi Korban Pelecehan Seksual Dosen Swinger untuk Melapor

Logo UGM. - JIBI
03 Agustus 2020 17:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Mantan dosen salah salah satu kampus swasta di Jogja Bambang Arianto mengaku melakukan pelecehan seksual yang korbannya antara lain di lingkungan UGM.

Nama institusi Universitas Gadjah Mada (UGM) juga terseret, karena disebut-sebut dalam sebuah unggahan Facebook milik Bambang Arianto yang viral karena curhat swinger.

Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani menjelaskan, saat ini pihak UGM sedang mengkaji permasalahan tersebut. Sekaligus mempelajari langkah-langkah yang tepat untuk diambil oleh pimpinan.

"Tetapi secara umum UGM sangat menyayangkan kejadian tersebut dan jika memang berhubungan dengan sivitas UGM, maka dipastikan akan diambil tindakan tegas," ujarnya, Senin (3/8/2020).

Apabila ada korban dan yang bersangkutan berasal dari kalangan civitas academica maupun alumni UGM, maka mereka diperkenankan melapor ke kampus. Atau bisa mengakses ke layanan pencegahan kekerasan seksual ult.ugm.ac.id.

UGM siap mensupport sivitas akademika yang menjadi korban dan memerlukan lahanan pendampingan.

Iva juga membenarkan bahwa yang pelaku yakni Bambang Arianto merupakan alumni UGM.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di DIY Hari Ini Naik Jadi 772, Bantul Paling Banyak Kasus Baru

"Kendati demikian, meski nama UGM disebut namun hal itu tidak ada hubungannya dengan institusi kampus.

"Karena itu merupakan kegiatan yang gak ada hubunganya dengan institusi UGM, maka menjadi tanggung jawab pribadi. Nggak ada kaitannya dengan UGM sebagai institusi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU),Abdul Ghoffar menegaskan, bahwa yang bersangkutan [Bambang Arianto] secara formal bukan dosen maupun karyawan UNU.

"Kalau dosen, dia belum S2. Kalau berkeinginan untuk menjadi dosen iya," kata dia, kala dihubungi lewat sambungan telepon.

Hanya saja Ghoffar membenarkan bahwa Bambang bekerja sukarela di UNU. Sehingga wajar bila Bambang terlihat datang dan pergi.

"Ya gak punya kantor, dia bukan staff kita. Kalau sering datang membantu, ya di UNU itu kami welcome," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, akun Facebook Bams Utara atau yang mengaku bernama asli Bambang Arianto mengunggah pengakuannya telah melakukan pelecehan seksual dengan modus curhat swinger.

Ia juga meminta maaf kepada para korban termasuk korban dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sosok yang sempat disebut sebagai dosen di sebuah universitas Islam di Jogja itu belakangan diketahui tak sekadar melakukan pelecehan seksual lewat teks tetapi juga pernah melakukan tindakan tercela itu secara fisik pada medio 2004-2005.

Akibat perbuatannya itu, pria yang kemudian dijuluki Bambang Swinger ini sempat ditahan meski kemudian dibebaskan karena statusnya berubah menjadi tahanan kota.

Sumber : Suara.com