Proyek Pembangunan Irigasi Tirtorejo 98%, DPRD DIY Minta Segera Dimanfaatkan
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.
Kuasa hukum korban saat melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual di Polresta Jogja, Jumat (20/2/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi difabel di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Jogja dilaporkan ke Polresta Jogja dengan terlapor seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) berinisial M. Perkara dugaan pelecehan seksual siswi difabel Jogja tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kepolisian.
Kuasa hukum korban, Hilmi Miftahzen, menyampaikan dugaan peristiwa terjadi berulang dalam rentang November hingga Desember 2025, dan baru terungkap setelah korban menceritakan kejadian kepada orang tuanya pada Januari 2026.
“Untuk kronologinya mungkin kita juga belum bisa mengungkap karena masih dalam penanganan penyelidikan,” ujar Hilmi saat melaporkan kasus di Polresta Jogja, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan dari keterangan awal korban dan keluarga terdapat tindakan yang dinilai tidak pantas dan mengarah pada pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru tersebut. Namun, detail lokasi maupun jumlah kejadian masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
“Ya ada tindakan-tindakan yang kurang etis, tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru. Menurut kami itu hal yang menjijikkan karena anak-anak itu kan butuh hak pendidikan,” katanya.
Menurut Hilmi, dugaan perbuatan tersebut terjadi di lingkungan sekolah dengan kemungkinan lokasi di ruang kelas maupun di area lain di sekitar sekolah. Informasi tersebut masih akan diklarifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan korban oleh penyidik.
“Untuk tempatnya, sementara keterangan dari korban ada yang di ruang kelas, ada yang di luar. Itu nanti diungkap dalam penyelidikan,” ucap Hilmi.
Kuasa hukum lainnya, Arter Lukas Tulia, menyampaikan laporan resmi telah diterima kepolisian dan saat ini korban sedang menjalani pendampingan. Pihaknya berharap aparat penegak hukum menangani perkara secara serius mengingat korban merupakan anak penyandang disabilitas.
“Kalau itu terbukti, kami berharap pelaku dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya supaya tidak terulang lagi. Kami juga berharap korban bisa mendapatkan rehabilitasi untuk pemulihan traumanya,” katanya.
Kanit PPA Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Apri Sawitri, membenarkan adanya laporan dugaan perbuatan cabul terhadap anak yang saat ini masih dalam proses administrasi serta pendalaman penyelidikan. Polisi belum memberikan keterangan detail terkait kasus tersebut.
“Laporannya terkait perbuatan cabul terhadap anak. Untuk detailnya nanti akan kami sampaikan setelah menjadi laporan polisi,” katanya.
Kasus dugaan pelecehan seksual siswi difabel Jogja ini masih terus ditangani aparat kepolisian, termasuk proses pendalaman keterangan saksi dan korban guna memastikan kronologi peristiwa secara lengkap sebelum penetapan langkah hukum berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.