Advertisement
HARIAN JOGJA HARI INI: Nakes Kian Berisiko Terpapar Covid

Advertisement
Nakes Kian Berisiko Terpapar Covid
BANTUL—Sejumlah puskesmas di DIY terpaksa ditutup akibat tenaga kesehatan terpapar Covid-19.
Advertisement
Warga Kian Cemas Corona
JAKARTA-Presiden Joko Wiodo melihat akhir-akhir ini public semakin cemas terhadap Covid-19.
Didik Isi Kursi Kepala Disdikpora
DANUREJAN—Didik Wardaya yang selama ini mengisi kursi Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY kini naik jabatan menjadi Kepala Disdikpora DIY.
Pemkab Siap Beli Alat RT PCR Mandiri
SEMAN—Pemkab Sleman segera membeli alat real time polymerase chain reaction (RT PCR) untuk memeriksa specimen suspect Covid-19.
Pungutan Kebersihan Langgar Aturan
BANTUL—Dishub Bantul memastikan tarif parkir kendaraan di tepi jalan maupun tempat wisata sudah diatur sehingga tidak ada tambahan biaya kebersihan.
Pemkab Siap Salurkan Air Bersih
WATES—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulonprogo bersiap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan.
Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja dalam versi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga Rp3.000 di agen terdekat.
Anda juga dapat mengakses Harian Jogja versi digital dengan berlangganan di epaper.harianjogja.com.
Selamat membaca. Harian Jogja, berbudaya, membangun kemandirian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Polisi Tangkap Sejumlah Orang Mengaku Wartawan yang Memeras Warga
Advertisement
Tren Baru Libur Sekolah ke Jogja Mengarah ke Quality Tourism
Advertisement
Berita Populer
- Operasi Patuh Progo di Jogja Segera Dimulai, Ini Sasaran Pelanggaran yang Ditindak
- Baru Diluncurkan, Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi Dapat Ratusan Pesanan Sembako
- DIY Bakal Bentuk Sekber Penyelenggara Haji-Umroh, Upayakan Direct Flight dari Jogja ke Makkah
- Sasar 2 Terminal di Gunungkidul, Kegiatan Jumat Bersih Jangan Hanya Seremonial Semata
- Dibuka Mulai 14 Juli, Sekolah Rakyat SMA di Bantul Tampung 200 Siswa dari Keluarga Miskin Ekstrem
Advertisement
Advertisement