MBG Aktif Lagi, Harga Ayam di Gunungkidul Naik Rp5.000 per Kg
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman akan membangun penampungan air limbah setempat di Kalurahan Ngawu, Playen. Fasilitas ini dibangun untuk program sanitasi lingkungan yang baik di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul, Agus Subarayanto mengatakan, pembangunan penampungan air limbah merupakan program hibah yang akan diserahkan ke Pemerintahan Kalurahan Ngawu. Untuk saat ini, perencanaan program sudah disusun. Adapun anggaran juga sudah tersedia dengan alokasi sebesar Rp630 juta.
Baca juga: Tersangkut di Jaring Nelayan, Bocah 8 Tahun Salah Satu Korban Tenggelam di Gua Cemara Ditemukan
“Ini tahapan masih proses lelang. Nanti setelah ada pemenanganya langsung dilakukan pembangunan,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).
Dia menjelaskan, program air limbah setempat merupakan kegiatan penampungan limbah tinja di satu lokasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Ditargetkan instalasi pengolahan limbah individu ini dapat menampung limbah keluarga sebanyak 140 kepala keluarga. “Cakupan keluarga yang memanfaatkan tersebar di beberapa dusun seperti Tompak, Ngawu, Ngasemrejo dan Sumberejo,” ungkapnya.
Agus berharap proses lelang berjalan lancar sehingga pembangunan bisa selesai sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Tujuan dari pembangunan untuk memberikan fasilitas septictank guna menampung limbah tinja di masyarakat. Diharapkan melalui program ini bisa meningkatkan sanitasi lingkungan untuk lebih bersih dan sehat.
Baca juga: AHM Best Student 2020 Tantang Pelajar Kreatif dengan Konsep Baru
“Dengan program ini juga untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan,” kata dia.
Salah seorang warga Dusun Tompak, Kalurahan Ngawu, Suharjono mengatakan, dirinya sudah mendengar adanya program untuk pembangunan penampungan limbah tinja di desanya. Ia pun menduukung program ini karena dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.
Fasilitas itu, kata dia, bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat karena potensi pencemaran lingkungan bisa dikurangi. Pasalnya, dengan adanya penampungan limbah rumah tangga bisa menampung limbah yang berasal dari ratusan keluarga.
“Nanti akan ditampung di satu lokasi. Jadi, tidak ada lagi pembuangan yang sembarangan sheingga potensi pencemaran bisa ditekan, salah satunya kualitas air bersih bisa lebih terjaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendorong peningkatan alokasi Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan
Pemkab Kulonprogo menerbitkan SE kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026 dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.
AliExpress terancam denda Rp11,37 triliun dari Uni Eropa akibat gagal mencegah peredaran produk ilegal dan barang tiruan di platformnya.
Pendekatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan dinilai perlu bertransformasi dari yang sebelumnya hanya berfokus pada risiko fisik,