Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Warga Dusun Plumbungan, Putat, Patuk menggelar rasulan atau bersih desa di balai dusun setempat. Momen ini dijadikan sebagai sarana bersama berbagi masyarakat untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Senin (10/8/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul menggelar tradisi rasulan atau bersih desa, Senin (10/8/2020). Di tengah pandemi Covid-19, penyelenggara tradisi ini tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona.
Kepala Dusun Plumbungan, Sulistyo, mengatakan bersih desa berjalan lancar dari awal sampai akhir acara. Kegiatan ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia yang diberikan dan juga sebagai pengharapan agar kehidupan mendatang bisa lebih lagi, terutama menyangkut masalah hasil pertanian.
“Ini sebagai bentuk syukur kepala Allah SWT. Lewat kegiatan rasulan, kami juga meminta berkah atas hasil pertanian yang lebih baik lagi,” kata Sulis kepada wartawan, Senin.
BACA JUGA: Dilaporkan Terkait Konten Covid-19, Anji Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Menurut dia, penyelenggaraan sekarang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi. Biasanya, kata Sulis, di setiap rasulan ada kirab budaya lengkap dengan gunungan hasil bumi. Namun, tahun ini prosesi itu ditiadakan dan rasulan hanya diisi pembagian nasi kenduri yang berasal dari warga dusun.
“Nasi beserta ingkung ayam berasal dari masyarakat. Setelah acara kenduri selesai langsung dibagikan kembali. Ini dikarenakan sebagai bagian dari berbagi bersama antar masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Midodareni di Solo Diserang Massa Atas Nama Agama, Ini Pernyataan Gusdurian
Dia pun memastikan penyelenggaran rasulan menerapkan protokol kesehatan. Setia warga yang datang ke balai dusun diminta untuk cuci tangan dan wajib menggunakan masker. Selain itu, warga juga dicek suhu badannya sebelum ke acara kenduri. “Kami tetap menaati imbauan pemerintah untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Salah seorang warga Plumbungan, Ranto Wiyatno, mengaku senang karena rasulan yang digelar setiap tahun bisa tetap terlaksana.
Menurut dia, penyelenggaraan ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Ranto pun hanya bisa berharap agar pandemi bisa segera berlalu sehingga kehidupan di masyarakat bisa kembali normal seperti semula. “Mudah-mudahan wabah bisa berakhir dan kehidupan bisa normal lagi. Adanya Corona sangat berdampak di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Jaringan Pendidikan Jesuit Terbesar di Dunia Berkumpul di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta