Kampus Swasta di Jogja Mulai Persiapkan Kuliah Tatap Muka

Ilustrasi. - Freepik
11 Agustus 2020 02:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah kampus swasta di Sleman masih mempersiapkan mekanisme perkuliahan tatap muka. Sejauh ini mereka masih akan menerapkan kuliah daring pada awal semester ganjil September mendatang.

Rektor Universitas Kristen Immanuel (Ukrim) Jogja, Eka Setyaadi menuturkan pihaknya baru menggelar rapat bersama jajaran pengurus universitas terkait mekanisme perkuliahan tatap muka pada pekan depan. Sejauh ini, kuliah daring adalah opsi utama yang mereka jalankan.

"Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) pada 24-28 Agustus, kemudian perkuliahan akan dimulai 31 Agustus, semuanya daring," kata Eka kepada Harianjogja.com, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Mahasiswi Asal Padang Ditabrak Mobil di Fly Over Janti, Pelaku Kabur

Pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka, namun kebijakan itu baru akan dirapatkan pada Selasa (18/8/2020) mendatang. Ia juga merencanakan pembukaan kelas untuk praktikum di laboratorium, namun harus disesuaikan dengan protokol kesehatan seperti jaga jarak. Untuk itu, pengurangan kapasitas orang di dalam laboratorium juga akan dijalankan.

Eka menuturkan tak menutup kampus bagi mahasiswa yang hendak melakukan penelitian tugas akhir. Namun, untuk keperluan yang lain, kampus masih memerlukan kesiapan untuk kuliah tatap muka. "Kami akan online untuk sementara, sampai ketentuan mengizinkan untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini," terangnya.

Baca juga: Proyek Gedung Sekolah Vokasi UGM Disegel Warga

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas dan Promosi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Ridayati menuturkan perkuliahan semester gasal yang dimulai pada 28 September mendatang dipastikan berjalan dengan daring sampai ujian tengah semester (UTS) pada awal November. "Tatap muka mungkin habis UTS," kata Rida.

Sebagai kampus vokasi, Rida menuturkan mahasiswanya akan banyak menempuh praktikum. Namun, sejumlah adaptasi dilakukan dengan mengurangi kapasitas orang di dalam laboratorium.

"Ada yang praktikum fisik. Info dari D3 Teknik Mesin, bila sudah ada kepastian dari kampus, mahasiswa bisa praktikum fisik. Tapi ada juga yang pakai pemrograman," kata dia.

Praktikum dengan aplikasi pemrograman, lanjutnya, dijalankan oleh mahasiswa Prodi Teknik Elektro lantaran laboratorium telah dilengkapi dengan webcam untuk merekam jalannya praktikum. Sementara, komunikasi dengan mahasiswa tetap dilakukan daring via Zoom.