Dipasangi Gentong, Protokol Kesehatan Kawasan Wisata Tamansari Diperketat

GKR Bendara (kiri) dan Direktur BOB Indah Juanita (kanan) saat mencuci tangan di wastafel gentong air di Kawasan Wisata Tamansari, Kota Jogja, Rabu (12/8/2020). - Harian Jogja/Sunartono
12 Agustus 2020 15:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pihak Kraton Yogyakarta memperketat protokol kesehatan bagi pengunjung di kawasan wisata Tamansari, yang berada di Kelurahan Panembahan, Kecamatan, Kraton, Kota Jogja. Badan Otorita Borobudur (BOB) memberikan dukungan pengetatan protokol kesehatan itu dengan memasang gentong sebagai tempat cuci tangan di komplek wisata tersebut.

Penghageng Kawedanan Hageng Nityabudaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara menjelaskan sudah seharusnya kawasan wisata Tamansari memperketat protokol kesehatan bagi pengunjung di masa pandemi. Mengingat tempat wisata ini berada di tengah pemukiman padat penduduk yang rentan dengan penyebaran virus. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Tamansari harus melakukan pemantauan secara maksimal terhadap pengunjung.

Baca juga: Pandemi Masih Melanda, Thailand Perkirakan Belum Buka Wisata Internasional Hingga 2021

"Karena area di Tamansari di tengah warga yang bisa menjadi klaster baru [ketika terjadi penularan], cepat merembet karena dekat antara satu rumah dengan lainnya dengan kepadatan penduduk. Tamansari harus ketat protokolernya, harus ketat, tidak boleh lengah sedikit pun karena [ketika terjadi penularan] yang dirugikan warga sekitar Tamansari," katanya di sela-sela pengoperasian sarana cuci tangan di Kompleks Tamansari, Rabu (12/8/2020).

GKR Bendara menambahkan, pentingnya memperketat protokol kesehatan itu tak lain karena masih banyak wisatawan yang kurang patuh. Pengunjung seringkali lupa atau lengah sehingga tidak menggunakan masker atau tak patuh protokol kesehatan ketika di tempat wisata.

"Ketika di rumah mematuhi protokol tetapi saat di tempat wisata kadang lupa dan tidak mematuhi. Apalagi Jogja, dengan kepadatan pengunjung di Malioboro yang tadinya bersih memakai masker, tetapi saat ini banyak pengunjung melupakan itu," katanya.

Baca juga: Selama Pandemi, Penggunaan Danais Prioritas untuk Program Nonfisik

Pihaknya mengapresiasi BOB yang memberikan fasilitas gentong sebagai sarana cuci tangan secara khusus didesain untuk kawasan Tamansari. Selain dari sisi estetika tergolong menarik, penggunaanya juga tanpa dengan menyentuh tangan. "Semoga difungsikan dengan baik," katanya.

Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan instalasi gentong didesain dengan meniadakan sentuhan tangan. Di mana penggunaan cuci tangan, letak tempat sabun dan kran air dialihkan semua ke pijakan kaki yang ada di bagian bawah. Menyesuaikan dengan kawasan Tamansari, tempat gentong juga didesain khusus dengan motif batik.

"Ini bagian dari komitmen satuan kerja di bawah Kemenparekraf dalam menyambut adaptasi kebiasaan baru di destinasi wisata lingkungan Kraton Ngayogyakarta," ujarnya.

Selain di Tamansari, pihaknya telah memasang wastafel di beberapa lokasi destinasi wisata, seperti kawasan wisata Malioboro, Pantai Parangtritis Bantul, Pantai Baron Gunungkidul dan Desa Wisata Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo. Khusus untuk pemasangan di Tamansari, pemasangan dilakukan serentak hingga Museum Kereta Kraton Yogyakarta.

"Kami tidak hanya membantu fasilitas fisik saja, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku wisata agar SOP protokol kesehatan itu menjadi suatu kebiasaan," ucapnya.