Selama Pandemi, Penggunaan Danais Prioritas untuk Program Nonfisik

Keistimewaan DIY. - Harian Jogja
12 Agustus 2020 10:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah program fisik menggunakan Dana Istimewa (Danais) terpaksa ditunda. Dinas Kebudayaan Kota Jogja menyebutkan fokus kegiatan saat ini dialihkan ke beberapa program yang sifatnya non-fisik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Kadri Renggono mengatakan beberapa program Disbud yang bersumber dari anggaran Danais masih tetap berjalan meski di tengah pandemi. Namun sembari menunggu redesain tahap satu, sebagain alokasi anggaran ada yang terpaksa didrop.

BACA JUGA : Didanai Danais, 4 Proyek Berbiaya Miliaran di Kota Jogja Ini

"Ada beberapa yang kemudian selain dari Dinas Kebudayaan berkaitan dengan misalnya metodologi pelaksanaan kegiatan, kemudian ada beberapa tolak ukur yang kita ubah juga ada untuk pemulihan ekonomi itu redesain tahap satu," ujarnya pada Senin (10/8/2020).

Adapaun bentuk riil program yang dilakukan mayoritas hanya mengubah keluaran saja. "Ya kalau pertunjukan [dilaksanakan] daring atau kita membatasi jumlah peserta, kita juga patuh pada protokol Covid-19," jelas Kadri.

Dia menambahkan, sampai semester satu ini ada beberapa kegiatan yang direalisasikan tapi masih pada sisi persiapan. "Cuma [saat] ini baru mulai pelaksanaannya," imbuhnya.

Kadri tidak menampik bahwa besaran Danais terpaksa dikurangi, namun saat ini besaran tersebut masih belum disetujui sehingga Kadri belum dapat menyampaikan jumlah pastinya.

BACA JUGA : Pusat Tak Kunjung Cairkan Rp820 Miliar Danais untuk DIY 

"Ya ada beberapa belanja modal seperti rehab Dalem Notoyudan itu istilahnya kita tunda karena biayanya cukup besar atau kemudian kita waktu melakukan pengubahan metodologi berpengaruh pada penganggaran yang efisien," tandasnya.

Kegiatan yang sifatnya menggerakkan ekonomi lebih mengarah ke seniman. Selain itu diterangkan Kadri beberapa kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi dengan danais meski masih dalam tahap usulan.

"Masih kita usulkan redesain tahap satu tadi," jelasnya.

Selain rehabilitasi Dalem Notoyudan, Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Pratiwi Yuliani menyebutkan salah satu program yang terpaksa alami penundaan lainnya adalah penataan fasad Kotagede. Dia menambahkan tidak ada kegiatan fisik dalam penggunaan danais 2020. Beberapa program non-fisik saja yang dijalankan.

BACA JUGA : Tahun Ini Disbud Jogja Manfaatkan Danais

"Betul [hanya program non-fisik] dan tidak bisa semuanya, mengingat waktu sudah mepet," ujarnya.

Pratiwi juga mengatakan bahwa saat ini anggapan perubahan masih belum disahkan. Dari pagu awal Danais untuk Disbud yang awalnya Rp17 miliar sekarang hanya berkisar pada angka Rp7miliar yang dapat direalisasikan.