Subsidi Energi Mau Diubah, Pakar UGM Ingatkan Risiko Ini
Pakar UGM menilai reformasi subsidi energi berbasis individu penting, namun berisiko menekan daya beli dan memicu inflasi.
Keistimewaan DIY./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah program fisik menggunakan Dana Istimewa (Danais) terpaksa ditunda. Dinas Kebudayaan Kota Jogja menyebutkan fokus kegiatan saat ini dialihkan ke beberapa program yang sifatnya non-fisik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Kadri Renggono mengatakan beberapa program Disbud yang bersumber dari anggaran Danais masih tetap berjalan meski di tengah pandemi. Namun sembari menunggu redesain tahap satu, sebagain alokasi anggaran ada yang terpaksa didrop.
BACA JUGA : Didanai Danais, 4 Proyek Berbiaya Miliaran di Kota Jogja Ini
"Ada beberapa yang kemudian selain dari Dinas Kebudayaan berkaitan dengan misalnya metodologi pelaksanaan kegiatan, kemudian ada beberapa tolak ukur yang kita ubah juga ada untuk pemulihan ekonomi itu redesain tahap satu," ujarnya pada Senin (10/8/2020).
Adapaun bentuk riil program yang dilakukan mayoritas hanya mengubah keluaran saja. "Ya kalau pertunjukan [dilaksanakan] daring atau kita membatasi jumlah peserta, kita juga patuh pada protokol Covid-19," jelas Kadri.
Dia menambahkan, sampai semester satu ini ada beberapa kegiatan yang direalisasikan tapi masih pada sisi persiapan. "Cuma [saat] ini baru mulai pelaksanaannya," imbuhnya.
Kadri tidak menampik bahwa besaran Danais terpaksa dikurangi, namun saat ini besaran tersebut masih belum disetujui sehingga Kadri belum dapat menyampaikan jumlah pastinya.
BACA JUGA : Pusat Tak Kunjung Cairkan Rp820 Miliar Danais untuk DIY
"Ya ada beberapa belanja modal seperti rehab Dalem Notoyudan itu istilahnya kita tunda karena biayanya cukup besar atau kemudian kita waktu melakukan pengubahan metodologi berpengaruh pada penganggaran yang efisien," tandasnya.
Kegiatan yang sifatnya menggerakkan ekonomi lebih mengarah ke seniman. Selain itu diterangkan Kadri beberapa kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi dengan danais meski masih dalam tahap usulan.
"Masih kita usulkan redesain tahap satu tadi," jelasnya.
Selain rehabilitasi Dalem Notoyudan, Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Pratiwi Yuliani menyebutkan salah satu program yang terpaksa alami penundaan lainnya adalah penataan fasad Kotagede. Dia menambahkan tidak ada kegiatan fisik dalam penggunaan danais 2020. Beberapa program non-fisik saja yang dijalankan.
BACA JUGA : Tahun Ini Disbud Jogja Manfaatkan Danais
"Betul [hanya program non-fisik] dan tidak bisa semuanya, mengingat waktu sudah mepet," ujarnya.
Pratiwi juga mengatakan bahwa saat ini anggapan perubahan masih belum disahkan. Dari pagu awal Danais untuk Disbud yang awalnya Rp17 miliar sekarang hanya berkisar pada angka Rp7miliar yang dapat direalisasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UGM menilai reformasi subsidi energi berbasis individu penting, namun berisiko menekan daya beli dan memicu inflasi.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Dandim Agam bantah isu Kopdes Merah Putih di Sianok terisolir. Lokasi strategis di kawasan wisata dan mudah diakses warga.