Jembatan Cinta di Mangir Lor Hanyut Terbawa Arus Sungai Progo

Ilustrasi Jembatan - JIBI
12 Agustus 2020 18:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Jembatan sasak atau jembatan yang terbuat dari anyaman bambu di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, hilang terbawa arus Sungai Progo, Rabu (12/8/2020). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun hilangnya jembatan yang tenar dengan nama jembatan cinta itu menghambat akses warga dusun setempat.

Kepala Dusun Mangir Lor, Lha Lha Setiawan mengatakan debit air sungai Progo meningkat sejak rabu pagi hingga menghanutkan jembatan sasak sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung saat kejadian tidak ada warga yang melintas sehingga kerugian hanya jematan dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 1,5 meter tersebut.

Menurut dia jembatan sasak itu memang sering hanyut saat terjadi peningkatan debit air sungai Progo terutama di musim hujan, namun kali ini hanyut di musim kemarau. “Jembatan itu sudah lama dibangun oleh warga dengan cara swadaya.” Rabu (12/8/2020). Ia belum mengetahui kapan akan membangun kembali jembatan tersebut.

BACA JUGA: Teknologi di Dalam Pesawat Ini Pastikan Penumpang Aman dari Potensi Penyebaran Covid-19

Setiawan mengaku keberadaan jembatan yang menghubungkan dusun Mangir Lor dan Kulonprogo, tepatnya Ngentakharjo, Lendah, itu sangat dibutuhkan warga terutama bagi petani dan buruh tani yang memiliki sawah di Kulonprogo. Selain itu juga merupakan akses sekolah karena da sejumlah warga Mangir Lor yang sekolah di Kulonprogo dan biasa lewat jembatan tersebut.

Sebab, kata dia, jika harus memutar lewat Jembatan Kamijoro terlalu jauh, membutuhkan jarak tempuh lebih dari tiga kilometer. Demikian jika harus melewati jembatan Sudo harus menempuh jarak sekitar tujuh kilometer. Sejauh ini diakuinya memang warga belum mengajukan pembuatan jemnatan permanen.

Alasannya jembatan sasak itu dipertahankan karena menjadi ikon wisata di Mangir Lor. Jauh sebelum adanya jembatan Kamijoro, jembatan sasak di Mangir Lor sempat ramai dikunjungi wisatawan terutama para remaja sehingga tidak heran jembatan sasak yang dibuat warga itu sempat tenar dengan nama jembatan cinta.