Tak Perlu Pulsa Internet, RAPI Dorong Pemanfaatan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Ketua RAPI DIY Sulaiman Suseno (tengah) saat memberikan penjelasan berkaitan dengan penggunaan HT untuk belajar jarak jauh di MIN 8 Gunungkidul, Semanu. Rabu (12/8/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan.
13 Agustus 2020 03:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, SEMANU – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) siap membantu menyukseskan program belajar jarak jauh selama pandemi corona. Hal ini disampaikan oleh Ketua RAPI DIY, Sulaiman Suseno saat menghadiri sosialisasi penggunaan HT untuk pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Gunungkidul, Rabu (12/8/2020).

“Kami siap membantu dan RAPI juga siap meminjamkan frekuensinya untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sehingga tidak dianggap ilegal. Secara lisan, saya juga sudah berkomunikasi dengan Balai Monitoring Spektrum Freksuensi Radio DIY untuk kegiatan ini,” kata Seno kepada wartawan.

Menurut dia, pemanfaatan HT bisa dioptimalkan dalam pembelajaran jarak jauh karena bisa menjadi sarana komunikasi antara guru dengan murid. Seno pun mengakui tidak ada kata terlambat karena yang paling penting program bisa membantu para siswa dan guru dalam pembelajaran.

BACA JUGA : Pembelajaran Online: Orangtua Bingung Menjelaskan 

“Tatap muka bisa diganti dengan tatap suara,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi penggunaan HT dalam pembelajaran tidak dilakukan di MIN 8 Gunungkidul. Rencananya kegiatan sama juga akan dilakukan di wilayah DIY.

“Harapannya di sekolah ini [MIN 8 Gunungkidul] jadi percontohan dan akan diperluas ke sekolah lain,” katanya.

BACA JUGA : Sistem Belajar Online Munculkan Masalah Perilaku Buruk

Seno menambahkan, penggunaaan HT merupakan teknologi yang lama. meski demikian, ia menilai sarana ini bisa efektif dalam mendukung upaya pembelajara jarak jauh.

“Harganya murah karena hanya sekitar Rp200.000 per unit. Sedangkan penggunaan hanya membutuhkan tenaga listrik dan tidak perlu pulsa paketan internet seperti gawai sekarang ini,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua RAPI Gunungkidul, Sudiyono. Menurut dia, penggunaan HT bisa sangat bermanfaat dalam pembelajaran jarak jauh.

Ia menilai, keberadaan teknologi sekarang ini bisa mendukung dalam upaya pembelajaran jarak jauh. Hanya saja, sambung dia, tidak semua berjalan dengan lancar karena ada sejumlah permasalahan berkaitan dengan sumber daya manusia hingga kemampuan ekonomi.

“Teknologinya siap, tapi SDM-nya tidak merata baik tingkat pendidikannya maupun kemampuan ekonomi sehingga dapat menganggu pelaksanaan pembelajaran,” katanya.

BACA JUGA : Aplikasi Pembelajaran Daring untuk Siswa di Kota Jogja Akan 

Meurut dia, sudah banyak keluhan berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh karena anak kesulitan dengan pelajaran yang diberikan guru melalui daring.

“Yang belajar bukan anak, malah orang tuanya. Selain itu, juga harus mengeluarkan uang untuk pulsa internet guna mendukung pembelajaran jarak jauh. Tapi, dengan HT maka biaya yang dikeluarkan bisa ditekan,” katanya.

Kepala Sekolah MIN 8 Gunungkidul, Laili Fauziyah mengatakan, pihaknya tertarik dengan model pembelajaran jarak jauh menggunakan HT. Meski demikian, untuk penerapan masih harus dikoordinasikan dengan wali murid.

“Kita tidak bisa mengambil kebijakan sendiri karena butuh dikoordinasikan dengan orang tua,” katanya.

Menurut dia, pembelajaran jarak jauh saat ini masih banyak kendala mulai dari penyampaian materi tidak bisa tuntas, adanya masalah kuota internet hingga anak kurang bersemanga dengan model pembelajaran ini.

“Selama ini kita komunikasi dengan WA untuk memberikan tugas belajar di rumah dan memang ada kendalanya,” katanya.