Gara-Gara Corona, Penjualan AirKu Anjlok

Dirut PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, Jumantoro (kanan) bersama Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati saat menandatangani MoU penyediaan AirKu di salah satu restoran di wilayah Kapanewon Pengasih, Rabu (12/8/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
13 Agustus 2020 08:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- PDAM Tirta Binangun  Kulonprogo menyiasati anjloknya permintaan AirKu selama masa pandemi Covid-19 dengan menjalin kerjasama penyediaan AirKu untuk RSUD Wates. Selama dua tahun ke depan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini akan menyuplai AirKu ukuran galon kepada rumah sakit tersebut.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan atau MoU antara Dirut PDAM Tirta Binangun, Jumantoro dan Dirut RSUD Wates, Lies Indriyati di salah satu restoran di wilayah Kapanewon Pengasih, Rabu (12/8/2020) siang. Selain menyuplai AirKu, PDAM melalui Koperasi Tirta Sari memberikan fasilitas despenser untuk RSUD Wates.

BACA JUGA : Antisipasi Lonjakan Permintaan AirKu, PDAM Tambah Alat 

Jumantoro mengatakan wabah Covid-19 menyebabkan tingkat penjualan AirKu berbagai ukuran mulai dari gelas, botol dan galon turun drastis. Penjualan AirKu kekinian hanya berkisar Rp 150 juta per bulan, atau mengalami penurunan 50 persen dibanding kondisi normal yang mencapai Rp 320 juta per bulan.

Penurunan ini disebabkan karena acara-acara yang menghadirkan banyak massa seperti konser musik, gelar budaya, festival, pameran dan rapat baik tingkat kampung maupun kabupaten, yang biasanya mengandalkan AirKu sebagai salah satu konsumsi minuman ditiadakan.

"Karena ada penurunan omzet, ya kami harus berpikir bagaimana agar bisa meningkatkan penjualan dan pemasaran, makanya kami melakukan berbagai inovasi salah satunya menjalin kerjasama penyediaan AirKu untuk RSUD Wates ini," kata Jumantara usai penandatanganan MoU, Rabu.

Jumantoro mengatakan peluang menyuplai AirKu ke RSUD Wates cukup besar. Per bulan, rumah sakit ini membutuhkan sekitar 250 sampai 300 galon air mineral. Namun sebelum dilakukan kerjasama, PDAM baru bisa menyuplai sekitar 50 galon. Sisanya, RSUD menggunakan produk lain.

Adapun keuntungan yang bisa diperoleh PDAM setelah adanya kerjasama ini bisa mencapai belasan juta. Ini dihitung berdasarkan keuntungan penjualan per galon yang dipatok PDAM yakni sebesar Rp4.000 dari total harga satu galon Airku, Rp11.000.

"Setiap keuntungan dikalikan 250 sampai 300 galon per bulan, tinggal dihitung aja itu," ujarnya.

Di samping menyiasati anjloknya penjualan AirKu selama masa pandemi, kerjasama ini juga bertujuan untuk menguatkan program Bela Beli Kulonprogo. Ke depan, PDAM tidak hanya menyuplai AirKu di RSUD Wates saja, tapi juga rumah sakit lain dan puskesmas di seluruh Kulonprogo.

BACA JUGA : Gandeng Alfamart, AirKu Bisa Menasional

"Kami juga ada program penyediaan AirKu galon untuk masyarakat, mulai dari tingkat RT. Sudah kami awali di Driyan dan Jogoyudan, Wates serta Granti, Ngestiharjo. Mereka kami suplai AirKu sekaligus ada fasilitas disepenser bagi yang menginginkan," ucap Jumantoro.

Dirut RSUD Wates, Lies Indriyati, mengucapkan terimakasih kepada PDAM, yang telah memenuhi permintaan AirKu untuk rumah sakit yang ia kelola. Lies mengakui selama ini kebutuhan air mineral di RSUD Wates sebagian besar masih menggunakan produk lain. Penggunaan AirKu masih sangat sedikit.

"Kebutuhan air mineral galon di tempat kami per bulannya hampir 300 galon, dan AirKu baru sekitar 50 an," ucapnya.

 Lies menyatakan dengan adanya kerjasama ini, pihaknya berkomitmen untuk mengutamakan produk AirKu karena sebagai upaya mewujudkan slogan Bela Beli Kulonprogo.