Antisipasi Lonjakan Permintaan AirKu, PDAM Tambah Alat Produksi

Ilustrasi Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, memecehkan kendi berisi air dan kembang tujuh rupa sebagai penanda kerja sama distribusi AirKu antara Pemkab Kulonprogo dean PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di halaman Kantor Pemkab Kulonprogo, Kamis (31/1).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
27 Maret 2019 17:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Binangun telah mengantisipasi kemungkinan lonjakan permintaan produk air mineral dalam kemasan (AMDK) asli Kulonprogo, Airku selama Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dengan menambah jumlah alat produksi.

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro mengatakan menjelang Lebaran, produk AirKu berukuran 120 mililiter (ml) kerap mengalami lonjakan permintaan. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya per awal tahun ini telah menambah jumlah alat produksi.

"Tahun 2019 sudah tidak kekurangan lagi, pasca penambahan satu unit alat produksi. Berapapun permintaanya [AirKu] PDAM siap melayani," kata Jumantoro, Selasa (26/3/2019).

Dia memaparkan, kemampuan produksi AirKu untuk kemasan gelas plastik mencapai 80 boks per jam. Satu boks berisi 48 gelas. Sementara untuk kapasitas produksi jenis botol ukuran 300 ml dan 600 ml bisa mencapai 2.500 botol per jam. Untuk ukuran galon, Tirta Binangun mampu memproduksi hingga 50 galon per jam.

Varian produk AirKu saat ini meliputi kemasan gelas 120 ml, 240 ml, dan jenis botol 330 ml, 600 ml dan produk galon. Sedangkan untuk ukuran 1.500 ml belum ada lantaran masih minimnya permintaan. Adapun permintaan produk AMDK yang muncul sejak 2013 tersebut, saat ini perbulannya bisa mencapai 17.500 untuk gelas dan 1.800 untuk galon.

Jumlah permintaan tersebut diproyeksikan akan terus naik seiring kerjasama dengan PT Alfamidi, sehingga pangsa pasar AirKuĀ  merambah pasar luar daerah, dan telah rutin dipasok ke wilayah Klaten. "AirKu sudah bisa didapati di seluruh gerai dan waralabanya Alfamart di seluruh wilayah DIY," ucapnya.

Kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) diharapkan mampu membuka peluang bagi AirKu untuk kian memperluas pasar. Dengan kehadiran bandara, Jumantoro ingin, produk ini mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri demi mewujudkan program Bela Beli Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan omset AirKu pada 2018 mencapai Rp2,9 miliar dengan keuntungan 10 persen. Tahun ini dia menargetkan omsetnya dapat naik hingga Rp3,5 miliar. Target ini tak lepas dari kehadiran NYIA yang diharapkan mampu menaikkan pamor AirKu.