Penantang Baru, Hamdan Handoko Deklarasi Sebagai Bakal Calon Bupati Bantul

Hamdan Handoko bersama istri, saat deklarasik di Angkringan Kembang Ndeso, Minggu (16/8/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
16 Agustus 2020 15:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dua pekan lebih menjelang pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul, komunikasi partai politik maupun bakal calon di Pilkada Bantul 2020 masih dinamis. Terbukti kini muncul penantang baru bakal calon bupati Bantul yang mengklaim didukung beberapa partai politik dalam barisan poros tengah.

Ia adalah Hamdan Handoko. Pria kelahiran Bantul yang tinggal di Badegan, Bantul, ini mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati Bantul. “Dengan memanjatkan doa, bismillahirrahmanirrahim dengan ini, disaksikan oleh seluruh yang hadir di sini, didukung setidaknya oleh istri yang dengan cinta dan kesetiaannya selalu mendampingi saya, secara pribadi, saya Dr.Ir . Hamdan Handoko, MBA menyatakan niat dan tekad bulat untuk maju dan bersedia dicalonkan sebagai bakal calon bupati Bantul,” kata Hamdan, dalam deklarasinya di Angkringan Kembang Ndeso, Pajangan, Bantul, Minggu (16/8/2020).

Baca juga: Kepuharjo Sport Centre Diresmikan, Siap Dongkrak Prestasi Olahraga Sleman

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengaku sudah lama mengamati situasi perpolitikan di Bantul. Dari semua bakal calon yang akan berlaga, kata dia, hampir dipastikan akan sama saja dengan pemerintahan lima tahun ke belakang, karena sama-sama petahana yang pecah kongsi jelang pilkada.

Saat ini, lanjut Hamdan, belum ada bakal calon yang menawarkan program konkrit. “Hanya menawarkan tagline kembali pada Projotamansari tapi seperti apa penjabarannya masyarakat masih bingung,” ucap dia. “Saya bawa program. Ingin mengajak politik Bantul politik yang subtantif yang berikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hamdan.

Program pembangunan yang ia bawa adalah industri pertanian dan pariwisata. Sebab dari hasil surveinya di Bantul, terdapat sekitar 250 ribu masyarakat yang hidup mengandalkan industri pertanian. Yang kedua adalah mengembangkan indust pariwisata dan bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Awasi Muara Opak sampai Progo, Tim SAR Satlinmas Wilayah IV Kekurangan Peralatan

“Saya berniat neruskan ide gagasan Sultan HB X untuk mengembangkan kawasan ekonomi pariwisata dan industri pantai selatan. Jika diperlukan dan fisibility [studi kelayakan pembangunan] memungkinkan bisa dibangun akan buat pelabuhan laut pantai selatan,” tandas Hamdan.

Sekedar diketahui pasangan bakal calon yang muncul selama ini baru Abdul Halim Muslih-Joko Santoso dan Suharsono-Totok Sudarto. Pasangan calon Halim-Joko mengklaim diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementra Suharsono-Totok mengklaim diusung Gerindra, Golkar, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Adapun Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB) sampai saat ini belum bersikap. Ketua DPC Demokrat Bantul, Nur Rakhmat Juli Purwanto mengatakan partainya masih menimbang bakal calon yang akan didukung. Pihkanya masih menjalin komunkasi dengan semua bakal calon yang muncul termasuk Hamdan Handoko dari poros tengah, “Insyaallah dalam waktu dekat ini karena dinamisasi politik ini masih cair. Awal september atau akhir Agustus inilah ada sikap resmi kami,” kata Nur Rakhmat.

Menurut dia dalam dunia politik segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk poros tengah bisa terbentuk karena komunikasi partai politik masih dinamis sebelum pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4-6 September mendatang.