Awasi Muara Opak sampai Progo, Tim SAR Satlinmas Wilayah IV Kekurangan Peralatan

Pencarian korban tenggelam di Goa Cemara. - Harian Jogja - Gigih M. Hanafi
16 Agustus 2020 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Bantul terus melakukan inventarisasi sarana dan prasarana penyelamatan di pantai.

Kepala Satpol PP Yulius Suharta mengatakan, sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap keberadaan SAR Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), pihaknya telah melakukan evaluasi usai insiden laka laut di Pantai Gua Cemara, Kamis (6/8/2020) lalu.

Baca juga: Gudang Mebel di Bantul Terbakar, Kerugian Rp10 Miliar

Dari hasil evaluasi, sarana penyelamatan yang ada masih kurang. Selama ini mereka hanya mengandalkan sejumlah pelampung dan tali tambang.

“Tim ini memantau garis pantai dengan wilayah yang cukup luas. Sejauh ini kami mendata apa yang ada dan apa yang dibutuhkan. Kami akan usulkan ke Bupati apa saja yang dibutuhkan,” kata Yulius, Rabu (12/8/2020).

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah IV Dwi Rias Pamuji mengungkapkan saat ini memiliki 30 personel yang hanya mengandalkan pelampung dan alat komunikasi dari Pemda DIY. Alat tersebut, beberapa bahkan sudah tidak bisa digunakan karena rusak.

Baca juga: Pasien Sembuh dari Corona di Indonesia Tercatat 91.321 Kasus

Padahal, setiap hari ada 10 petugas piket siang dan 5 petugas piket malam yang melakukan pengawasan dari muara Opak sampai Progo.

“Karena itu kami hanya bisa komunikasi via ponsel saja,” lanjutnya.

Dwi berharap, agar Pemkab bisa menyediakan sarana penyelamatan seperti yang dimiliki SAR Satlinmas Wilayah III. Di mana, tim SAR yang membawahi wilayah Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok ini memiliki ATV dan sepeda motor trail.

"Selain itu kami juga butuh ambulans,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyatakan, agar kejadian tidak berulang, pihaknya berencana untuk menambah papan larangan mandi dan peringatan ke wisatawan yang berkunjung ke pantai.

“Rencana memang akan kami tambah, apakah nanti pakai dana tak terduga atau APBD Perubahan," katanya.