Warga Kalasan Gelar Tumpengan Sebelum Lahan Tol Jogja-Solo Dipatok Besok

Ilustrasi. - Freepik
18 Agustus 2020 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pematokan lahan tol Jogja-Solo akan dimulai dri Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Kepala Dusun Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Petrus Budi Santosa mengatakan rencana pematokan secara simbolis akan digelar pada Rabu (19/8). Sebelum pematokan dilakukan, warga menggelar pengajian dan tumpengan. Rencananya, pematokan secara simbolis dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

"Nanti pematokan dilakukan ke arah timur di simpang susun yang dari Manisrenggo dan yang ke Bokoharjo," katanya, Selasa (18/8/2020).

Di wilayahnya, kata Budi, ada sekitar 90 warga terdampak pembangunan jalan tol. Warga katanya tidak mempermasalahkan jika lahan yang dimiliki masuk area terdampak. "Terutama yang lahan sawah. Tidak ada yang menolak. Kami juga terus mengedukasi warga terutama yang sepuh-sepuh bagaimana menyikapi rencana pembangunan jalan tol ini," katanya.

Terkait harga jual tanah di pasaran, Budi mengaku saat ini harga masih wajar. Per meter masih dijual antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per meter tergantung lokasinya. "Jadi harga tanah di sini masih wajar," katanya.

BACA JUGA: Kemenristek: Obat Covid-19 Belum Ditemukan, yang Ada Hanya Peningkat Imun Tubuh

Titik Pasti
Agus, salah seorang petugas pengukur area terdampak jalan tol mengaku sudah dua pekan di Jogja. Mereka memastikan titik koordinat untuk menentukan lahan mana saja yang masuk area terdampak jalan tol. "Nanti kami akan ukur sampai Bokoharjo dan Tamanmartani kalau di sini (Purwomartani) sudah beres," katanya.

Area luar terdampak jalan tol akan dipatok dengan patok warna merah. Sementara untuk patok titik tengah juga ditentukan lokasinya. "Kalau saya masih belum bisa memastikan mana saja yang terkena. Saya cuma membuat kerangka poligonnya, nanti ada tim lain yang memastikan titik koordinatnya," kata dia.