Tim Penuh, Ratusan Aparat Diterjunkan ke Malioboro

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Agustus 2020 20:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 350 personel dari berbagai instansi disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan jumlah wisatawan di kawasan Malioboro pada libur panjang akhir pekan bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 1442 Hijriah.

“Seluruh personel akan disiagakan mulai Kamis (20/8/2020). Kami terjunkan 'full team' untuk mendukung pengamanan di Malioboro,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Rabu.

Selain dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta, personel yang akan diperbantukan untuk mendukung tugas pengamanan Malioboro, Jogoboro, berasal dari Dinas Perhubungan, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Pambudaya serta personel keamanan di Pasar Beringharjo Yogyakarta serta tambahan personel pengamanan dari Satpol PP DIY.

Agus berharap, dengan adanya tambahan personel tersebut maka penerapan protokol kesehatan di kawasan Malioboro bisa dilakukan secara optimal dan tidak ada lagi pengunjung yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

Petugas, lanjut dia, akan mengarahkan pengunjung untuk selalu menaati protokol kesehatan, karena biasanya pengunjung yang berasal dari luar Kota Yogyakarta belum mengetahui protokol kesehatan yang berlaku di kawasan Malioboro.

“Kami juga akan membuat semacam pos pengamanan di sepanjang Jalan Malioboro. Dimungkinkan akan ada 20 titik pengamanan untuk memudahkan pemantauan,” katanya.

Pada libur panjang akhir pekan lalu yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, kawasan Malioboro dipadati wisatawan.

“Rata-rata ada hampir 2.000 wisatawan per hari. Untuk libur panjang akhir pekan ini, dimungkinkan jumlah wisatawan yang berkunjung juga meningkat, bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per hari,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto.

Ia mengatakan, jumlah personel pengamanan Malioboro atau Jogoboro sangat terbatas sehingga kewalahan apabila harus mengatur wisatawan yang jumlahnya ribuan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Makanya kami meminta tambahan personel supaya protokol kesehatan tetap bisa dijalankan optimal. Keramaian Malioboro pada akhir pekan lalu seperti dua sisi mata uang. Kami senang karena jumlah wisatawan meningkat tetapi di sisi lain ada kekhawatiran jika terjadi penularan virus corona,” katanya.

Personel Jogoboro, lanjut Ekwanto, akan fokus pada pemeriksaan suhu tubuh pengunjung di pintu masuk dan pemindaian QR code di setiap zona untuk pendataan pengunjung. Malioboro memiliki 13 pintu masuk.

Sedangkan personel tambahan dari sejumlah instansi akan difokuskan untuk mengatur pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, seperti berjalan satu arah, tidak berkerumun dan selalu memakai masker.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di suatu kawasan wisata.

“Selain protokol kesehatan utama seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, dimungkinkan di setiap tempat memiliki protokol kesehatan yang berbeda-beda. Wisatawan pun harus mengikuti protokol tersebut demi keamanan dan kenyamanan bersama,” katanya.

Sumber : Antara