Hanya Butuh 50 Detik Memanjat, Napi Kabur dari Lapas Pajangan

Bintus - Istimewa
20 Agustus 2020 17:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bantul, Musmulyadin bin Ahmad Arsa alias Bintus, 28, kabur pada Rabu (19/8/2020) sore. Tidak butuh waktu lama bagi narapidana asal Dompu, Nusa Tenggara Barat ini, untuk melarikan diri dari rutan yang lebih dikenal dengan nama Lapas Pajangan ini.

Kepala Rutan Kelas II B Bantul  Doni Handriansyah mengatakan, Bintus kabur sekitar pukul 14.24 WIB. Menurut dia, kaburnya narapidana ini diketahui setelah petugas rutan mengecek kamar hunian. Saat itu petugas tidak mendapati Bintus bersama dengan enam narapidana lainnya yang tinggal satu kamar.

BACA JUGA: BOB Gelar Lomba Desain Logo Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Setelah dicek melalui CCTV, Bintus melarikan diri dengan cara memanjat pagar blok Candradimuka, lalu naik ke genting blok dan melompat ke brandang rutan. Setelah melompat, Bintus kemudian memanjat keluar tembok Pos Atas 3 di bagian selatan barat rutan. Setelah itu Bintus melompat keluar seusai naik ke Tembok Pos Atas 3.

“Prosesnya hanya 50 detik. Dia melakukannya tanpa alat bantu,” kata Doni, Kamis (20/8/2020) pagi.

Bintus adalah terpidana kasus pencurian dan dijerat pasal 363 KUHP. Pengadilan Negeri Bantul telah menjatuhkan hukuman selama 1 tahun 4 bulan kepada Bintus. Bintus baru menjalani hukuman selama tiga bulan di rutan tersebut. 

“Selama ini dia menghuni kamar bersama dengan enam narapidana lainnya. Dia juga dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan narapidana lainnya,” terang Doni.

BACA JUGA: Hotel Berbintang Dibangun di Playen Gunungkidul, Warga Berharap Kecipratan Rezeki

Ia mengatakan, rutan sampai sekarang masih mengejar narapidana yang kabur. Selain mengecek sekitar rutan, rutan juga berkoordinasi dengan Polsek Pajangan dan Polres Bantul.

Dia mengatakan kaburnya narapidana kali ini adalah kali pertama yang dialami olehnya sejak dirinya menjabat Karutan Kelas II B Bantul. Bintus kabur diduga karena lemahnya pengawasan.

Selama ini, di Rutan Pajangan hanya ada tujuh petugas jaga. Jumlah tersebut dia nilai masih kurang.