Inovasi Pemkot Jogja: Cetak KTP Bisa lewat Mesin Serupa ATM

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 Agustus 2020 20:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Inovasi pelayanan terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja. Setelah sukses dengan pelayanan KTP Lantatur, Dukcapil Kota Jogja berencana kembangkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, Disdukcapil Kota Jogja, Bram Prasetyo, menyebutkan bahwa ADM mencetak berbagai dokumen yang sebelumnya telah melalui proses pengajuan. "Jadi orang tidak bisa serta merta kemudian menulis disitu kemudian cetak, enggak bisa harus ada proses permohonan," jelasnya pada Jumat (21/8/2020).

Setelah mengurus proses perhomohonan, Bram menjelaskan warga yang bersangkutan akan diberikan password. "Password itu akan digunakan untuk mencetak, konsep dasarnya harus mengajukan proses permohonan dulu," terangnya.

"Hampir semua dokumen difasilitasi dalam layanannya itu, mulai dari KTP, KIA, KIA, Akta kelahiran, karena proses menggunakan daring," jelas Bram. Sama halnya seperti ATM, di dalamnya mesin tersebut ada printer untuk mencetak KIA dan KTP serta ada blankonya. "Apalagi sekarang dicetak dengan kertas A4 80 gram, ada blanko KTP dan blanko KIA," tambahnya.

Password menjadi salah satu peran kunci dalam keamanan data. Menurut Bram, dari segi perlindungan pihaknya meminta warga untuk menjaga password sebaik-baiknya dan tidak menyampaikan password tersebut kepads orang lain. "Perlindungan data tidak hanya dari kami saja, tapi masyarakat menyimpan passwordnya dengan baik kalau masyarakat menyampaikan password ke semua otomatis datanya bisa diakses oleh orang lain," tuturnya. Akses ADM juga bisa dilakukan melalui sidik jari, bagi warga yang sudah mendaftarkan sidik jarinya bisa masuk dengan dua akses, menggunakan sidik jari atau password tadi.

Rencananya tahun depan dua alat ADM akan diadakan. Namun dua titik penempatan alat dikaji. Bram menyasar tempat publik untuk lokasi mesin ADM. Dia menambahkan bila do awal-awal pelayanan harus ada petugas pendamping untuk membantu mereka yang belum bisa atau belum familiar. "Sehingga mungkin awal awalnya di taruh yang tidak jauh dari kantor karena harus ada yang dampingi, bisa Kita taruh di mal, tempat tempat keramaian bisa, Balai Kota bisa. ADM akan beroperasi 24 jam tergantung jam buka lokasi peletakan mesin ADM.

Bram menilai, dari sisi pemanfaatannya ADM sangat urgen. Hal itu didasari dari hampir semua layanan yang telah dilakukan daring dan cetak mandiri. "Persoalannya kita belum punya alat khusus bagi mereka yang tidak memiliki alat, kalau ditanya urgensinya ya sangat urgen," ujarnya. Menurutnua ADM dapat membantu semua kalangan, masyarakat yang ingin mencetak dokumen kependudukan bisa mengakses ADM. Kedepannya cetak dokumen yang rusak atau hilang pun akan dilakukan melalui ADM, tidak lantatur lagu.

Disebutkan oleh Bram, secara prinsip saat pembahasan dengan Komisi A DPRD Kota Jogja telah sepakat mengenai pengadaan ADM. "Sudah direncanakan pengadaan ADM itu, tinggal nanti di Banggarnya, tapi kemarin Komisi A sudah mendukung," ujarnya. Bram berharap mudah-mudahan anggaran ADM bisa disetujui dan cair, satu alat ADM ditaksir dengan harga Rp200 juta.

Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja, Dwi Candra Putra mengatakan bahwa ADM sudah dimasukkan anggaran tahun depan. Namun finalisasi dibanggar sampai saat ini belum. "Baru dijadwalkan pekan depan sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS 2021," jelasnya.

Dari segi kemanfatannya Candra menilai ADM dapat meminimalisir kontak langsung antara masyarakat dengan petugas yang sama-sama rentan, sesuai dengan protokol Covid-19. Selain itu Candra menilai penggunaan ADM agar tidak ada keterbatasan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. "Karena prinsipnya sama dengan fungsi ATM pada bank," tukasnya.