Channel Sembada Belajar Diluncurkan untuk Menunjang Pembelajaran Online

Peluncuran Program Sembada Belajar yang digelar di Disdik Sleman, Rabu (19/8/2020). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
21 Agustus 2020 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman meluncurkan Program Sembada Belajar untuk menunjang pembelajaran secara daring. Sembada Belajar merupakan pembelajaran dengan metode daring melalui video yang di unggah di kanal youtube salah satunya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan program Sleman Sembada nantinya akan memberikan materi pembelajaran kelas 1 hingga kelas 6 SD selama semester gasal pada tahun ajaran 2020/2021. Materi yang diberikanpun disusun secara runut dan sesuai dengan kurikulum 13.

Kanal tersebut, lanjutnya, dibuat untuk menunjang pembelajaran daring bagi siswa SD di Sleman. "Program Sembada Belajar ini dibuat mengingat hingga saat ini Sleman belum memberlakukan pembelajaran tatap muka," katanya di Dinas Pendidikan Sleman, Rabu (19/8/2020).

BACA JUGA : Gawat! Hasil Riset UGM: Banyak Siswa Bosan dengan

Dijelaskan Arif, Sembada Belajar akan menyampaikan 27 tema pembelajaran untuk melaksanakan kurikulum semester pertama sampai Desember mendatang. Diakuinya, pembelajaran tersebut memang tidak bisa mencapai target kurikulum. Meskipun begitu, Pemkab terus berupaya untuk memberikan pembelajaran yang efektif selama masa pandemi.

Ia menjelaskan talen yang mengisi channel YouTube Sembada Belajar dan menjelaskan materi pembelajaran merupakan guru-guru sekolah. Penyampaian materi juga menggunakan metode yang lebih interaktif dan  komunikatif kepada peserta didik.

"Jadi dibuat seakan akan berkomunikasi dengan peserta didik," katanya.

Untuk menghindari kejenuhan siswa dan orang tua yang mendampingi pembelajaran daring ini, maka pembelajaran dibatasi dengan minimal durasi selama 4 jam. Materi pembelajaran akan ditambah jika kebijakan dari pusat masih memperpanjang masa pembelajaran di rumah.

BACA JUGA : Pembelajaran Online: Orangtua Bingung Menjelaskan ke

"Nanti kami akan menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan yang ada. Untuk pengembangan materi, kami berharap saran masukan dan kontribusi dari masyarakat Sleman," ujarnya.

Menurut Arif, media pembelajaran channel YouTube tersebut tidak hanya digunakan pada waktu pandemi saja. Kedepan, ketika pembelajaran tatap muka dilaksanakan media tersebut tetap dapat dimanfaatkan peserta didik untuk belajar di rumah.

"Kalau ada materi tidak tersampaikan, tentu saja kami menerima masukan saran kontribusi dari orang tua siswa, masyarakat dan pemerhati pendidikan demi penyempurnaan channel ini," katanya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan hingga kini Pemkab belum memutuskan untuk memulai sekolah tatap muka. Pemkab masih akan melakukan evaluasi terkait penerapan metode pembelajaran daring yang sselama ini dilakukan. "Pembelajaran secara daring kami lakukan sejak Maret lalu. Akhir bulan ini akan kami lakukan evaluasi," katanya.