Duit Lahan Tol Jogja-Solo Cair Tahun Ini, Begini Tanggapan Warga Terdampak

Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8 - 2020)./Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 Agustus 2020 21:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ganti kerugian pembebasan lahan jalan tol Jogja-Solo yang rencananya dilakukan mulai akhir tahun ini disambut positif oleh warga terdampak. Warga tak sabar menunggu mekanisme penilaian.

Suharno, warga Kadirojo I, Purwomartani, Kalasan mengaku senang dengan rencana proses ganti kerugian untuk pembebasan lahan tol Jogja-Solo. Pasalnya, lahan miliknya seluas 78 meter persegi masuk dalam area pembangunan jalan tol Joglo. "Lahan punya saya full bangunan. Selain rumah juga dijadikan usaha kuliner," katanya kepada HarianJogja.com, Jumat (21/8/2020).

Usaha kuliner warung lotek Mak Nuk tersebut berdiri sejak 1986 lalu. Usaha turun temurun tersebut sudah masuk generasi kedua. "Sebelumnya menjadi usaha ibu, kemudian dilanjutkan ke istri saya, Supartini. Sebenernya, tiga tahun lagi usaha ini akan diberikan ke anak saya," katanya.

Meskipun akhirnya bangunan tersebut tergusur jalan tol, namun usaha kuliner nanti akan tetap dipindah ke lokasi lain. Suharno juga sudah menilik calon lahan rumah penganti yang akan digunakan kelak. Meski proyek jalan tol ini menghilangkan rumahnya, tapi ia senang karena bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.

"Sudah ada bayangan lahan untuk dibeli, luasnya 100 meter persegi. Saya senang karena proyek ini bisa memberikan spirit baru bagi kami, apalagi jalan tol ini kan untuk kepentingan umum," katanya.

Terpisah, Dukuh Kadirojo 2 Purwomartani, Petrus Budi Santosa mengatakan dari 90 KK terdampak jalan tol di Kadirojo 2 kebanyakan hanya sawah. Sebagian kecil yang terdampak berbentuk rumah. Mereka yang rumahnya terdampak sudah memiliki rencana untuk pindah dan menempati lahan baru.

Ada yang akan menampati lahan sawah lainnya, rumah lain yang tidak terdampak jalan tol atau mencari rumah pengganti. "Di antara mereka ada dua rumah yang mungkin kami beri perhatian khusus karena bangunan rumahnya berdiri di atas lahan tanah kas desa," ujar Budi.

Menurutnya, kedua KK tersebut nantinya akan dicarikan tanah pengganti agar bisa ditempati sementara. "Saya yakin untuk rumah mereka pasti akan dihargai tetapi untuk TKD tetap milik desa. Nah rencana kedua KK tersebut akan dicarikan tanah pelungguh, agar nyaman dulu," kata Budi.