Jaringan Pipa Air di Sleman Banyak yang Rusak

Ilustrasi. - Reuters
27 Agustus 2020 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Banyaknya jaringan pipa air bersih yang rusak menjadi kendala yang harus diselesaikan untuk memuluskan rencana distribusi air bersih di Prambanan.

Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti mengatakan rencana Pemkab Sleman untuk mengatasi kekeringan di wilayah Prambanan masih menemui kendala. Pasalnya banyak jaringan air bersih di wilayah tersebut mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Salah satunya di Gayamharjo, Prambanan.

PDAM Sleman, katanya, sebenarnya sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan cara membangun jaringan pipa air ke rumah-rumah warga. Dengan kondisi alam yang berupa bukit atau tegalan, katanya, di wilayah tersebut sering terjadi kekeringan panjang. "PDAM sudah mendata jaringan pipa air bersih. Nah kendala PDAM saat ini adalah banyaknya jaringan pipa yang sudah rusak kropos bahkan bocor. Ini perlu ada perbaikan ataupun penggantian pipa secepatnya," kata Ani, Kamis (27/8/2020).

Komisi A, kata Ani sudah melakukan monitoring ke Desa Gayamharjo, Prambanan, terkait persiapan pengelolaan air bersih untuk menghadapi musim kemarau. Mengingat, katanya, Gayamharjo tahun lalu termasuk desa yang mengalami kekurangan air bersih. "Kami juga naik ke bukit Mintorogo untuk mengecek bak penampungan (reservoir utama)," katanya.

Ani berharap, saluran pipa yang rusak bisa segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Gayamharjo dan sekitarnya. Hal itu dilakukan untuk menghakhiri kekurangan air yang bertahun tahun melanda desa tersebut. "Kalau semua jaringan air bersih sudah siap, PDAM akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara menjadi pelanggan dan terkait retribusi yang harus dibayar," katanya.

Secara teknis, katanya PUDAM dan DPUPKP Sleman membuat jalur pipa transmisi dari IPA (instalasi Pengelolaan Air) Pendekan, Tirtomartani ke sumur Penampungan Grogol. Dengan pipa transmisi berdiameter 6 inchi air kapasitas 10 liter/detik mengalir masuk ke reservoir transfer ke Grogol Sumberharjo (114 mdpl), lalu dipompa menuju ke Candisari Wukirharjo (193 mdpl), Losari II, Wukirharjo (266 mdpl), seteleh itu ke Gayamharjo (333 mdpl).

Di Gayamharjo ini untuk selanjutnya di pompa ke reservoir utama Mintorogo, Gayamharjo (421 mdpl). Dari titik tertinggi ini air akan mengalir mengikuti gravitasi ke bawah untuk bisa digunakan masyarakat. "Jadi, untuk menarik air dari Pendekan ke bukit Mintorogo PDAM Sleman menyiapkan sekitar empat buah mesin pompa. Langkah ini masih dalam proses ujicoba, ujicoba dilakukan selama tiga bulan," katanya.

Sebelumnya, Direktur PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata mengatakan inventarisasi jaringan pipa dibutuhkan agar proses distribusi air bersih bisa dilakukan secara optimal. Dia mengharapkan dukungan semua pihak terkait rencana tersebut, terutama dari OPPA dan masyarakat Gayamharjo, Wukirharjo dan Sumberharjo. Dijelaskan Dwi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ke tiga wilayah tersebut pihaknya akan menggunakan sumber air dari Pendekan, Berbah. Sumber air yang dibangun oleh DPUP KP Sleman tersebut memiliki kapasitas produksi air 8-10 liter per detik.

"Dengan kapasitas produksi air dari Sumber Pendekan, setidaknya bisa memenu