Pakar UGM Tegaskan Enam Gunung Api Aktif Bersamaan Fenomena Alami
Pakar Vulkanologi UGM Prof. Agung Harijoko menjelaskan enam gunung api aktif bersamaan merupakan fenomena alami dalam proses geologi.
Kelompok Tani Eko Martani melakukan panen dan wiwitan bawang merah. /Ist-Kulonprogo.
Harianjogja.com, WATES--Kelompok tani Eko Martani, Jetis Sogan, Wates, Kulonprogo menggelar panen dan wiwitan bawang merah di lahan surjan.
Kelompok Tani Ngudi Mulyo mendapatkan alokasi bantuan pengembangan bawang merah di lahan surjan seluas dua hektare. Dari hasil rata - rata ubinan yang di beberapa tempat, setelah dikonversi dapat menghasilkan 21.52 ton per hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha berharap kegiatan budidaya bawang merah tetap berlanjut pada musim berikutnya. Sehingga petani tidak menjual seluruh hasil panen dan disisakan untuk dijadikan benih bawang merah pada musim tanam berikutnya.
BACA JUGA : Wilayah Selatan Kulonprogo Berpotensi Diterapkan Pertanian
“Kami harapkan lahan surjan yang merupakan lahan spesifik yang hanya ada di Kulonprogo dapat dipertahankan dan dilestarikan," ujarnya dihubungi Kamis (28/8/2020).
Salah satu upaya pelestarian lahan surjan yakni dengan melaksanakan budidaya tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. "Salah satunya dengan budidaya bawang merah," ujarnya.
Aris menyebutkan sebagian keuntungan diharapkan bisa dikelola oleh kelompok untuk pembelian benih bawang merah sehingga usaha bisa berkelanjutan. "Diharapkan ke depan usaha yang di lahan surjan lebih modern," jelasnya.
BACA JUGA : Imbas Bandara Baru, Lahan Pertanian di Kulonprogo Kian
Anggota DPRD DIY Sudarto yang turut hadir dalam panen dan wiwitan bawang merah Kelompok Tani Eko Martani meminta agar petani saat ini harus mulai berlatih manajemen pertanian dengan maksud dan tujuan agar petani lebih efektif mengelola hasil panen yang telah diperoleh.
“Kami juga meminta para penting menyisihkan sebagian hasil yang telah diperoleh untuk modal tanam berikutnya,” ujarnya.
Selain itu Sudarto juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kelestarian lahan surjan yang ada karena menjadi salah satu keistimewaan lahan pertanian yang ada DIY. Terakhir Sudarto berharap mulai ada regenerasi petani khususnya petani muda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar Vulkanologi UGM Prof. Agung Harijoko menjelaskan enam gunung api aktif bersamaan merupakan fenomena alami dalam proses geologi.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 13 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KSPN Jogja 13 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.