Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./IST
Harianjogja.com, JOGJA-Kontraksi pertumbuhan ekonomi DIY triwulan kedua 2020 tercatat ketiga tertinggi di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. Berbagai stimulus diharapkan dapag mendongkrak pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, menjelaskan kontraksi di tiga daerah ini tertinggi karena ekonominya berbasis kerumunan. "DIY baling-baling ekonominya pendidikan dan pariwisata, semuanya berbasis kerumunan," ujarnya, Selasa (1/9/2020).
Begitu pula Jakarta dan Bali yang sama-sama roda ekonominya digerakkan oleh kerumunan. Sehingga menurutnya logis jika di masa pandemi Covid-19 dimana kerumunan adalah hal yang harus dihindari, ketiga daerah ini menempati posisi teratas dalam kontraksi ekonomi dan perlu mendapat perhatian.
"Untuk itu tentu Presiden memberi banyak stimulus, di sisi stimulus untuk mendongkrak kobsumsinya. Kami juga siap memberi stimulus itu termasuk di sisi produksinya, seperti industri pengolahan, pertanian, siap utk berproduksi normal," katanya.
Dengan stimulus berupa bansos yang sudah diberikan selama ini, ia melihat sudah cukup menggerakkan ekonomi masyarakat. Daya beli masyarakat terangkat dan produk lokal menjadi laku khususnya untuk pangan dan sandang.
Adapun untuk pariwisata juga dipersiapkan dengan tata cara yang aman, seperti penggunaan teknologi Jogja Pass, menjadi salah satu cara agar pariwisata tidak gegabah asal banyak kunjungan namun protokol kesehatan dan pendataan terabaikan.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata DIY, meminta agar mengejar wisatawan kualitatif bukannya kuantitatif. "Wisatawan kualitatif mungkin tarifnya bisa ditingkatkan, misal diml Mangunan masak cuma Rp3.000 dengan objek sebagus itu," katanya.
Kontraksi pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan dua 2020 sebesar -6,74%, lebih tinggi dari kontraksi nasional sebesar -5,32%. Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengakui untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi cukup berat karena sebelumnya pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 6%.
Ia berharap dengan dibukanya kembali wisata meski perlahan, dapat menggerakkan ekonomi seperti di perhotelan, kuliner, destinasi wisata dan lainnya. "Harapannya ekonomi minus jadi plus. Tapi harus jalan bareng ekonomi dan kesehatan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.
Banggar DPR menyebut anggaran kebencanaan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp494 miliar. Dana siap pakai bencana juga disiapkan Rp5 triliun.