BPCB Susun Rekomendasi Terkait Pembangunan Tol Jogja-Solo

Ilustrasi. - Freepik
04 September 2020 12:57 WIB Taufik Sidik Prakoso Jogja Share :

Harianjogja.com, KLATEN – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng) merampungkan survei untuk mengecek ada atau tidaknya cagar budaya di sepanjang jalur yang bakal dilintasi jalan tol Solo-Jogja.

Survei itu dilakukan untuk memberikan rekomendasi ke perancana proyek pembangunan tol Solo-Jogja terkait dengan potensi cagar budaya yang bakal terdampak.

Kepala BPCB Jateng, Sukronedi, mengatakan survei cagar budaya di jalur tol Solo-Jogja yang dilakukan tim BPCB tersebut dilakukan selama dua pekan dan rampung pada pekan lalu.

BACA JUGA : Rencana Pematokan Tanah untuk Tol Jogja-Solo Berubah 

“Dari hasil survei itu, kami tindak lanjuti dengan menyusun hasil kajian. Hasilnya nanti berupa rekomendasi yang kami berikan ke pihak perencana,” kata Sukronedi kepada JIBI/Solopos, Kamis (3/9/2020).

Sukronedi menuturkan ada beberapa alternatif ketika di sepanjang kawasan yang menjadi jalur tol Solo-Jogja ada cagar budaya.

Jika ada cagar budaya bergerak atau bisa dipindahkan, benda cagar budaya itu bisa dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman. Sebelum dipindahkan, lokasi awal cagar budaya itu didokumentasikan.

“Kalau berupa cagar budaya bergerak bisa berkoordinasi dengan dikumpulkan di satu desa. Kami siap membuatkan narasi. Nantinya sebelum dipindah tentu didata dulu berapa koordinat lokasi sebelumnya,” kata dia.

Penyusunan Hasil Kajian oleh Tim BPCB

Sementara jika ada cagar budaya yang tak memungkinkan dipindah seperti situs, Sukronedi mengatakan ada alternatif dengan membuat jalan tol berupa fly over.

BACA JUGA : Patok Tol Jogja-Solo Resmi Dipasang, Pembebasan Lahan 

“Kami akan sampaikan rekomendasi agar cagar budaya yang ada tetap aman,” tutur dia. Disinggung temuan sementara dari hasil survei, Sukronedi menjelaskan menunggu penyusunan hasil kajian oleh tim BPCB.

Pihaknya menargetkan penyusunan hasil kajian itu rampung pada pertengahan September.

Pegiat Klaten Heritage Community (KHC), Hari Wahyudi, mengatakan dari 50 desa yang bakal dilintasi jalan tol di Klaten setidaknya ada 23 desa di 10 kecamatan terdapat potensi benda cagar budaya.

Hari mengatakan sudah menyurati BPCB terkait potensi cagar budaya di wilayah terdampak proyek tol itu. “Kami minta ada kajian mendalam terlebih dahulu dari BPCB sebelum ada pembangunan jalan tol,” kata Hari.