Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Kulonprogo Siapkan Selter di Kapanewon dan Kalurahan

Ilustrasi - Reuters
14 September 2020 18:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dua rumah sakit rujukan dan satu tempat isolasi bagi penderita Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo sudah penuh. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo bakal mengintruksikan pemerintah di tingkat kapanewon (kecematan) ke bawah untuk menyediakan selter.

“Kami sekarang baru berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat kapanewon ke bawah terkait penyediaan selter menyusul penuhnya ruang perawatan dan isolasi di rumah sakit rujukan,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana kepada awak media, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, selter ini penting untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penderita corona yang dikhawatirkan tidak tertampung rumah sakit rujukan. Namun ia menekankan selter hanya khusus untuk pasien yang tidak bergejala.

BACA JUGA: Sultan Jogja Izinkan Kampus DIY Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Fajar menjelaskan penyediaan selter sebagai tempat isolasi tidak menyalahi aturan. Menurutnya langkah ini justru sangat membantu pasien yang tidak bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah setelah keluar dari perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Revisi Kelima tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, pasien yang sudah menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 hari akan dipulangkan untuk isolasi mandiri. Namun untuk bisa menjalani isolasi mandiri, ada sejumlah syarat, di antaranya ketersediaan kamar mandi dan kamar tidur yang terpisah dari anggota keluarga lain.

"Kami lihat kebanyakan masyarakat di Kulonprogo belum bisa memenuhi syarat itu. Nah bagi penderita yang tidak memenuhi syarat isolasi mandiri bisa ditempatkan di selter," ucapnya.

BACA JUGA: Mahasiswa UIN Jogja Positif Corona Sempat ke Kampus, Fakultas Lockdown 3 Hari

Sebelumnya, dua rumah sakit rujukan dan satu tempat isolasi di Kulonprogo tak mampu lagi menampung pasien baru.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan dua rumah sakit itu yakni RSUD Wates dan RS Nyi Ageng Serang, Sentolo. Kini seluruh ruang isolasi di sana sudah penuh. RSUD Wates yang berkapasitas 16 kamar telah terisi oleh pasien baik yang terkonfirmasi positif maupun suspek. Pun demikian dengan RS NAS yang berkapasitas empat kamar.

Sementara, tempat isolasi khusus di Rumah Sunggah Teratai (RST) yang berlokasi di Kompleks RSUD Wates hampir memenuhi kapasitas. Dari 16 kamar kini hanya tersisa empat yang masih kosong. Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau gugus tugas harus mencari tempat isolasi baru. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan lantai dua di RST RSUD Wates.

BACA JUGA: Syekh Ali Jaber Tak Terima Pelaku Penusukan Dianggap Gila

"Kami sedang proses untuk menggunakan lantai dua RST untuk jadi ruang isolasi tambahan," ucap Baning.

Sepekan terakhir kasus Covid-19 di Kulonprogo menunjukkan tren peningkatan. Pada Jumat (11/9/2020) ada 10 penderita baru. Sehari kemudian, tambah satu pasien, dan pada Minggu (13/9/2020) juga ada penambahan satu orang. Adapun akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 106 orang, dengan rincian 61 sembuh, 28 isolasi mandiri, 14 isolasi di rumah sakit dan tiga meninggal dunia.

Kepada masyarakat Kulonprogo, Baning mengimbau untuk tetap di rumah. Jika terpaksa keluar rumah karena ada urusan penting diusahakan menghindari kerumunan, jaga jarak, mengenakan masker dan tingkatan perilaku mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitazier.

"Saat ini perilaku itu adalah satu-satunya cara untuk terhindar dari penularan Covid-19 sampai dengan nanti vaksin ditemukan," ucapnya.