WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Meski kasus positif Covid-19 di DIY tiap hari terus bertambah banyak, Pemda DIY tidak melarang kampus yang akan menyelenggarakan perkuliahan tatap muka asalkan harus bertahap dan memastikan tracing mudah dilakukan.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, tidak mempermasalahkan kampus yang akan membuka perkuliahan tatap muka. “Silakan saja, tetapi data mahasiswa harus masuk, sehingga kalau ada yang positif kami bisa tracing,” ujarnya, Senin (14/9/2020)
Pendataan mahasiswa, kata dia, bisa dilakukan dengan penggunaan aplikasi Jogja Pass di setiap kampus sehingga data mahasiswa bisa langsung terhubung dengan database Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY. Ini sangat penting memudahkan dalam tracing apabila ada mahasiswa terpapar Covid-19.
BACA JUGA: Mahasiswa UIN Jogja Positif Corona Sempat ke Kampus, Fakultas Lockdown 3 Hari
Pembukaan kampus, menurut Sultan, sama dengan aktivitas pariwisata. Keduanya sama-sama mendatangkan orang dari luar DIY. “Bisa dari Jakarta, Surabaya, dari mana pun. Begitu masuk kena Covid-19, kalau datanya kami tidak punya lalu bagaimana kita tracing?” ungkapnya.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan kampus boleh membuka perkuliahan tatap muka. Kendati demikian ia juga meminta perkuliahan tersebut tidak boleh dilakukan serentak.
BACA JUGA: Lurah di Gunungkidul Positif Covid-19, Kantor Layanan Ditutup Sementara
Perkuliahan tatap muka harus dilakukan bertahap dengan memprioritaskan mahasiswa tertentu untuk masuk lebih dulu. Selain itu, setiap kampus juga perlu memastikan memiliki fasilitas cukup untuk menerapkan protokol kesehatan.
Ia juga menegaskan DIY sampai saat ini belum merencanakan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Belum punya pikiran kesana [PSBB], kami masih pakai tanggap darurat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB setelah masa jabatan António Guterres berakhir.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.