Advertisement

Sultan Jogja Izinkan Kampus DIY Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Lugas Subarkah
Senin, 14 September 2020 - 16:37 WIB
Budi Cahyana
Sultan Jogja Izinkan Kampus DIY Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Syaratnya Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Meski kasus positif Covid-19 di DIY tiap hari terus bertambah banyak, Pemda DIY tidak melarang kampus yang akan menyelenggarakan perkuliahan tatap muka asalkan harus bertahap dan memastikan tracing mudah dilakukan.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, tidak mempermasalahkan kampus yang akan membuka perkuliahan tatap muka. “Silakan saja, tetapi data mahasiswa harus masuk, sehingga kalau ada yang positif kami bisa tracing,” ujarnya, Senin (14/9/2020)

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pendataan mahasiswa, kata dia, bisa dilakukan dengan penggunaan aplikasi Jogja Pass di setiap kampus sehingga data mahasiswa bisa langsung terhubung dengan database Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY. Ini sangat penting memudahkan dalam tracing apabila ada mahasiswa terpapar Covid-19.

BACA JUGA: Mahasiswa UIN Jogja Positif Corona Sempat ke Kampus, Fakultas Lockdown 3 Hari

Pembukaan kampus, menurut Sultan, sama dengan aktivitas pariwisata. Keduanya sama-sama mendatangkan orang dari luar DIY. “Bisa dari Jakarta, Surabaya, dari mana pun. Begitu masuk kena Covid-19, kalau datanya kami tidak punya lalu bagaimana kita tracing?” ungkapnya.

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan kampus boleh membuka perkuliahan tatap muka. Kendati demikian ia juga meminta perkuliahan tersebut tidak boleh dilakukan serentak.

BACA JUGA: Lurah di Gunungkidul Positif Covid-19, Kantor Layanan Ditutup Sementara

Perkuliahan tatap muka harus dilakukan bertahap dengan memprioritaskan mahasiswa tertentu untuk masuk lebih dulu. Selain itu, setiap kampus juga perlu memastikan memiliki fasilitas cukup untuk menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga menegaskan DIY sampai saat ini belum merencanakan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Belum punya pikiran kesana [PSBB], kami masih pakai tanggap darurat,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pesawat Susi Air Dibakar di Papua, Pilot dan Penumpang Hilang

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement