Pandemi Covid-19 Menguras Tenaga dan Keuangan, 75 Kades di Bantul Terima Penghargaan

Perwakilan Kepala Desa di Bantul berfoto bersama saat mendapatkan penghargaan kinerja dalam hal pengendalian dan penanggulangan Covid-19 di Mandala Saba, Gedung Induk Lt.3, Komplek Pemkab Bantul, Rabu (16/9/2020). - Harian Jogja/Jumali
17 September 2020 00:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 75 kepala desa (kades) yang ada di Bantul mendapatkan penghargaan kinerja dalam hal pengendalian dan penanggulangan Covid-19. Penghargaan diberikan di Mandala Saba, Gedung Induk Lt.3 pada Rabu (16/9/2020).

Para kades ini diberi penghargaan berupa piagam dan batik karena kontribusinya yang tinggi dalam menekan dan menanggulangi Covid-19 di wilayahnya.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan, penghargaan adalah sebagai bentuk apresiasi Pemkab Bantul kepada semua kades di wilayahnya yang telah bekerja ekstra keras dalam mengendalikan dan penanggulangan Covid-19 di wilayahnya.

Baca juga: Untuk Vaksin Covid-19, UNICEF Beri Indonesia Jalur Khusus

Sebab, diakuinya, adanya pandemi Covid-19, tidak hanya menguras keuangan namun juga tenaga. Utamanya bagi para kades yang langsung berhadapan dengan warganya.

“Maka mereka perlu kami apresiasi. Meski, Covid-19 belum selesai. Kami ingin tunjukkan jika kegiatan di Bantul butuh kebersamaan, tidak hanya mencakup penanganan Covid-19,” katanya.

Bupati Bantul Suharsono berharap para kades di Bantul untuk lebih giat bekerja dan mendukung program dari Pemkab Bantul dalam menghadapi Covid-19.

Baca juga: Vaksin dengan Harga Terjangkau Tersedia di Indonesia pada 2021

“Saya ucapkan terima kasih kepada para kades atas kerja kerasnya melayani masyarakat. Jangan lengah, dan jangan sampai kita seperti Jakarta yang harus kembali menerapkan PSBB,” terangnya.

Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul sekaligus Kades Seloharjo, Pundong, Marhadi Badrun mengatakan berterima kasih atas adanya penghargaan yang diberikan oleh Pemkab Bantul. Dari awal pandemi Covid-19 hingga kini, Badrun mencatat desanya hanya ada satu pasien positif Covid-19.

“Itu pun tenaga kesehatan namun sudah dinyatakan sembuh,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan, predikat paket komplit dalam penanganan Covid-19 yang disematkan oleh Provinsi DIY kepada Bantul tidak lepas dari kerja keras dari para kepala desa. Sebab, mereka dinilai memiliki peran penting dalam menekan laju persebaran dan penanganan Covid-19.

“Oleh karena itu kebersamaan ini harus tetap dipertahankan. Meski saat ini tren Covid-19 belum menunjukkan hal yang menggembirakan dan cenderung naik. Tetapi hasil ini linier dengan kecenderungan naik untuk pasien positif,” ucap Agus.